Tasikmalaya, FPKS — Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat kelurahan kembali digelar di Kelurahan Kersanagara. Bertempat di Madrasah Diniyah Al Abrar, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 11–12 April 2026, dengan melibatkan para santri dari berbagai madrasah diniyah di wilayah tersebut.
Acara pembukaan, Sabtu (11/4), dihadiri oleh anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, Lurah Kersanagara, serta Ketua Forum Majlis Taklim (FORMAT) Kota Tasikmalaya.
Acara ini mengusung tema “Dari Madrasah untuk Negeri, Santri Diniyah Mengabdi dengan Olahraga dan Seni Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk mengekspresikan potensi di bidang olahraga dan seni.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Dalam sambutannya, Elan Jaelani menegaskan bahwa PORSADIN tidak boleh dipandang sekadar agenda rutin dua tahunan.
Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda berbasis pendidikan diniyah.
“PORSADIN ini jangan hanya menjadi seremonial atau rutinitas belaka, tetapi harus menjadi sarana membangun generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan penuh kreativitas,” ujarnya.
Menurutnya, kombinasi antara olahraga dan seni dalam kegiatan ini merupakan pendekatan yang tepat dalam membentuk karakter anak-anak.
Selain menjaga kebugaran fisik, santri juga didorong untuk mengembangkan bakat, kepercayaan diri, serta nilai-nilai kebersamaan.
Komitmen Dukungan Berkelanjutan
Sebagai anggota legislatif, Elan menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan positif seperti PORSADIN, baik melalui fungsi legislasi maupun penganggaran.
Ia menilai bahwa keberlanjutan kegiatan ini perlu didukung dengan kebijakan yang tepat serta alokasi anggaran yang memadai.
“Kami di DPRD akan mendorong agar kegiatan seperti ini tidak hanya berjalan, tetapi juga terus berkembang dengan fasilitas yang lebih baik, terutama sarana olahraga dan seni bagi para santri,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur pendukung di tingkat kelurahan, sehingga kegiatan pembinaan generasi muda dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Membangun Generasi Masa Depan
Elan menambahkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam PORSADIN merupakan bagian dari generasi masa depan yang akan menentukan arah pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan sejak dini melalui kegiatan yang positif menjadi hal yang sangat penting.
“Anak-anak ini adalah aset masa depan. Melalui kegiatan seperti PORSADIN, kita berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat, berakhlak, dan kreatif,” ungkapnya.
Kegiatan PORSADIN di Kelurahan Kersanagara diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana silaturahmi antar santri dan lembaga pendidikan diniyah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (im)






