Hadiri PORSADIN XI Kecamatan Indihiyang, Ishak Parid Harap Bisa Mencetak Generasi Cerdas Beradab

by -1479 Views
Ishak Parid di acara Porsadin XI Kecamatan Indihiyang, Kota Tasikmalaya. Minggu (31/5)

Kegiatan Porsadin tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, silaturahmi, dan pengembangan potensi generasi muda.

Tasikmalaya, FPKS – Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Ishak Parid, SPdI, menghadiri pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XI tingkat Kecamatan Indihiang yang digelar pada Minggu (31/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan di Al-Misbah, Sirnagalih tersebut dihadiri unsur pemerintah dan tokoh pendidikan keagamaan, di antaranya perwakilan Camat Indihiang melalui Kasi Pemerintahan, para lurah se-Kecamatan Indihiang, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tingkat Kota Tasikmalaya, serta pengurus FKDT tingkat kecamatan.

Ishak Parid hadir sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan II yang salah satunya meliputi Kecamatan Indihiang. Kehadirannya sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda di wilayah tersebut.

Ajang Pembinaan dan Pengembangan Potensi Siswa

PORSADIN XI mempertandingkan sedikitnya 12 cabang lomba yang memadukan unsur seni, olahraga, dan kemampuan keagamaan. Beberapa di antaranya adalah lomba adzan, tahfidz Al-Qur’an, terjemah ayat Al-Qur’an, serta berbagai cabang lainnya yang melibatkan para santri madrasah diniyah.

Dalam sambutannya, Ishak Parid mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung semarak dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat.

Menurutnya, PORSADIN memiliki fungsi penting sebagai media pembinaan siswa. Melalui kegiatan tersebut, para santri tidak hanya didorong untuk memahami ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, kemampuan berkompetisi, dan sikap sportif.

“Pendidikan tidak hanya membentuk kemampuan akademik atau keagamaan semata, tetapi juga membangun karakter, keterampilan sosial, dan mental yang kuat. PORSADIN menjadi salah satu sarana yang baik untuk itu,” ujarnya.

Media Silaturahmi dan Berbagi Pengalaman

Selain sebagai ajang kompetisi, Ishak menilai PORSADIN juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi antar peserta, guru, dan lembaga pendidikan diniyah.

Melalui pertemuan tersebut, para peserta dan pembina dapat saling bertukar pengalaman, berbagi metode pembelajaran, serta memperluas wawasan. Proses tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan kualitas pendidikan, baik dalam bidang keagamaan, seni, maupun olahraga.

Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi dan saling belajar merupakan modal penting dalam membangun generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislamannya.

Mencetak Generasi Shalih dan Beradab

Lebih jauh, Ishak Parid menegaskan bahwa tujuan besar PORSADIN adalah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan adab yang baik.

“Generasi yang kita harapkan bukan hanya generasi yang unggul dalam ilmu, tetapi juga generasi yang shalih, berakhlak, dan beradab. Nilai-nilai inilah yang harus terus ditanamkan melalui pendidikan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ishak juga menyerap berbagai aspirasi dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, dan pengelola madrasah diniyah. Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah harapan agar kegiatan PORSADIN dapat dikembangkan hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi.Saat ini PORSADIN baru diselenggarakan untuk tingkat diniyah dan wustha yang setara SD dan SMP. Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat diperluas hingga tingkat ulya atau setara SMA, sehingga pembinaan potensi generasi muda dapat berlanjut secara lebih berkesinambungan. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.