Kreativitas Digital dalam Bingkai Nilai

by -2041 Views
Ketua Fraksi PKS, anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, H. Yadi Mulyadi, SH.

Oleh: Yadi Mulyadi, SH
Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berekspresi dan berkarya. Media sosial kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berkembang sebagai sumber penghidupan alternatif di tengah keterbatasan lapangan kerja formal. Banyak keluarga terbantu secara ekonomi melalui kreativitas digital. Ini adalah realitas yang patut diapresiasi dan disyukuri.

Namun, setiap peluang selalu datang bersama tanggung jawab. Kreativitas yang tidak dibingkai oleh nilai berisiko kehilangan arah dan tujuan. Karena itu, dinamika yang muncul di ruang publik belakangan ini hendaknya dimaknai sebagai pengingat bersama, bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan kedewasaan moral.

Dalam pandangan Islam, setiap potensi yang dimiliki manusia adalah amanah. Akal, ide, dan kemampuan berkarya bukan sekadar alat untuk meraih popularitas atau keuntungan, melainkan sarana untuk menghadirkan kemaslahatan. Allah SWT mengajarkan bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya dari apa yang dihasilkan, tetapi juga dari cara dan niat yang melatarinya.

Prinsip inilah yang menjadi fondasi penting dalam dunia digital hari ini. Tidak semua yang viral membawa kebaikan, dan tidak semua yang ramai patut ditiru. Popularitas yang dibangun di atas sensasi sering kali bersifat sesaat, sementara dampak sosialnya bisa panjang dan kompleks.

Islam menegaskan bahwa tujuan yang baik harus ditempuh dengan cara yang baik pula. Kaidah ini relevan ketika kreativitas mulai mengabaikan nilai kemanusiaan dan rasa keadilan. Terlebih jika karya yang dihasilkan bersentuhan dengan pihak-pihak yang seharusnya mendapatkan perlindungan lebih.

Salah satu nilai utama dalam ajaran Islam adalah menjaga martabat manusia. Anak-anak, misalnya, dipandang sebagai amanah yang harus dijaga, dididik, dan dilindungi. Mereka bukan objek eksploitasi, baik atas nama hiburan, kreativitas, maupun kepentingan ekonomi. Ruang digital semestinya menjadi ruang yang aman dan mendidik, bukan sebaliknya.

Refleksi ini penting agar kebebasan berekspresi tidak dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Setiap kebebasan selalu diiringi tanggung jawab. Nilai agama dan norma sosial hadir bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan untuk menjaga agar kreativitas tetap bermartabat dan membawa manfaat.

Tasikmalaya, sebagai kota dengan identitas religius dan tradisi pendidikan yang kuat, Tasikmalaya memiliki harapan besar agar ruang digitalnya mencerminkan nilai-nilai tersebut. Media sosial dapat menjadi etalase kebaikan, sarana dakwah yang santun, serta ruang edukasi yang mencerahkan, apabila dikelola dengan niat dan cara yang tepat.

Di sisi lain, ruang kreativitas positif sesungguhnya sangat luas. Konten edukatif, dakwah kreatif, kewirausahaan, budaya lokal, inovasi sosial, hingga penguatan nilai keluarga adalah ladang yang masih terbuka lebar. Bahkan untuk tujuan komersial sekalipun, jalan yang etis dan bermartabat selalu tersedia.

Sering muncul anggapan bahwa konten positif sulit mendapatkan perhatian publik. Padahal, di tengah banjir informasi yang kerap memicu kegaduhan, banyak masyarakat justru merindukan konten yang menenangkan dan memberi arah. Pengikut yang datang melalui jalur kebaikan mungkin tidak selalu instan, tetapi lebih tahan lama dan sehat secara nilai.

Bagi generasi muda, media sosial sejatinya bukan sekadar panggung ekspresi, tetapi juga ladang amal. Setiap kata, gambar, dan pesan yang disebarkan akan meninggalkan jejak. Islam mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Prinsip ini sangat relevan untuk dijadikan kompas dalam berkarya di ruang digital.

Pada akhirnya, refleksi atas berbagai dinamika di ruang publik hendaknya menguatkan kesadaran kolektif. Bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk saling mengingatkan. Kreativitas adalah anugerah, dan nilai adalah penuntunnya. Ketika keduanya berjalan beriringan, insyaallah ruang digital akan menjadi sarana kebaikan dan keberkahan bagi banyak orang. (im)

Oleh: H. Yadi Mulyadi, SH
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya |  Ketua Fraksi PKS

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.