Bantuan Sarana RW di Kersanagara Bukti Nyata Pemberdayaan, Elan Jaelani: Dari Fasilitas Jadi Sumber Ekonomi Warga

by -1926 Views
Elan Jaelani berfoto bersama tokoh masyarakat dan karang taruna kelurahan Kersanagara, seusai serah terima bantuan perlengkapan "pesta". (Foto: Ist)

Tasikmalaya, FPKS – Program pemberdayaan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata di Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. 

Melalui kegiatan bantuan program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan anggaran tahun 2025, warga RW 09 kini memiliki berbagai fasilitas penunjang kegiatan sosial yang sebelumnya sulit diakses secara mandiri.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya Komisi III, Elan Jaelani, menyampaikan bahwa bantuan ini bersumber dari anggaran perubahan dengan nilai Rp50 juta dan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama masyarakat setempat.

Adapun bantuan yang diberikan berupa tenda berukuran 6 x 8 meter, 250 unit kursi plastik, serta dua unit sound system portable. 

Perlengkapan ini menjadi aset bersama warga yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari peringatan hari besar Islam (PHBI), hari besar nasional (PHBN), kegiatan kelembagaan, hingga acara resepsi warga.

“Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan. Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan di lingkungan,” ujar Elan dalam acara serah terima yang dihadiri tokoh masyarakat, ketua RT/RW, serta karang taruna.

Hemat Biaya, Tambah Pemasukan Warga
Keberadaan fasilitas ini membawa manfaat langsung bagi warga, terutama dari sisi efisiensi biaya. Jika sebelumnya masyarakat harus menyewa perlengkapan dari luar dengan biaya relatif tinggi, kini mereka dapat menggunakan fasilitas milik RW dengan cukup memberikan infaq sukarela.

Nilai infaq tersebut pun jauh lebih terjangkau dibandingkan biaya sewa komersial. Menariknya, dana yang terkumpul tidak bersifat profit pribadi, melainkan masuk ke kas RW untuk mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Ini bukan hanya soal penghematan, tapi juga bagaimana fasilitas ini bisa menjadi sumber pemasukan bagi kegiatan sosial warga,” jelas Elan.

Selain itu, pemanfaatan perlengkapan seperti tenda dan sound system juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Dalam setiap kegiatan, setidaknya melibatkan sekitar enam orang tenaga kerja untuk pemasangan dan pengelolaan perlengkapan.

Dari Pemberdayaan Menuju Kemandirian Lingkungan
Elan menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi harus menjadi awal dari kemandirian masyarakat dalam mengelola aset dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, fasilitas ini bisa terus memberikan manfaat berkelanjutan, baik untuk kebutuhan sosial maupun penguatan kelembagaan di tingkat RW.

“Harapannya, warga bisa menjaga, merawat, dan memaksimalkan penggunaan fasilitas ini. Dari sini, kita ingin mendorong kemandirian lingkungan, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pengelola dan penggerak kegiatan,” tambahnya.

Dengan semangat gotong royong dan pengelolaan yang transparan, bantuan ini diharapkan menjadi contoh keberhasilan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat solidaritas dan kemandirian warga di tingkat lingkungan. (im)

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.