Pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan dinamika yang menggembirakan. Sektor jasa berkembang, UMKM terus tumbuh, pusat kuliner dan perdagangan semakin ramai. Aktivitas ekonomi bergerak dan menciptakan optimisme baru.
Namun Fraksi PKS memandang bahwa pertumbuhan saja tidak cukup. Pertumbuhan harus berkualitas dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka masih berada di angka 6,43 persen, sementara persentase penduduk miskin berada di kisaran 10,84 persen. Ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif.
Di sinilah pentingnya membangun kemandirian ekonomi berbasis karakter produktif.
Konsumtif atau Produktif?
Kita menyaksikan geliat konsumsi masyarakat cukup tinggi. Perputaran uang di sektor kuliner, ritel, dan jasa terus meningkat. Namun pertanyaannya: apakah kita sudah cukup kuat di sisi produksi?
Ekonomi yang sehat bukan hanya ekonomi yang ramai dibelanjakan, tetapi ekonomi yang kuat dalam menciptakan nilai tambah.
Jika masyarakat lebih dominan sebagai konsumen daripada produsen, maka kita hanya menjadi pasar. Tetapi jika masyarakat tumbuh menjadi pelaku usaha yang inovatif, berdaya saing, dan mampu memperluas pasar, maka ekonomi rakyat akan benar-benar kokoh.
Karakter produktif menjadi kunci. Karakter itu meliputi:
- Mau belajar dan meningkatkan skill
- Disiplin dan profesional
- Jujur dalam usaha
- Berani berproses dan tidak cepat puas
Ini bukan sekadar teori ekonomi, tetapi fondasi pembangunan jangka panjang.
SDM dan Daya Saing Lokal
Data nasional BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan jumlah peserta aktif mencapai sekitar 39,7 juta orang per April 2025. Angka ini menggambarkan besarnya tantangan ketenagakerjaan dan pentingnya perlindungan serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Di tingkat daerah, kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan hotel, restoran, perdagangan, dan sektor jasa benar-benar menyerap tenaga kerja lokal secara optimal.
Jika ada kesenjangan keterampilan, maka solusinya bukan menyalahkan, tetapi menghadirkan pelatihan yang relevan dan berbasis kebutuhan industri.
Fraksi PKS mendorong penguatan:
- Pelatihan vokasi yang terintegrasi
- Pengembangan kewirausahaan berbasis digital
- Dukungan nyata bagi UMKM agar naik kelas
- Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan
Skill bisa dilatih. Namun mental produktif harus dibangun bersama.
Bantuan Sosial dan Pemberdayaan
Dalam konteks kemiskinan, bantuan sosial tentu penting sebagai jaring pengaman. Namun bantuan tidak boleh menjadi satu-satunya pendekatan.
Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat diberdayakan agar naik kelas secara ekonomi. Data harus akurat, program harus tepat sasaran, dan arah kebijakan harus mendorong kemandirian.
Fraksi PKS konsisten memperjuangkan agar setiap kebijakan ekonomi daerah tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas manusia.
Ekonomi Berkeadilan dan Berdaya
Sebagai partai yang mengusung nilai keadilan dan keberpihakan kepada rakyat, PKS memandang bahwa pembangunan ekonomi harus berorientasi pada:
- Penguatan ekonomi keluarga
- Pemberdayaan UMKM
- Perlindungan tenaga kerja
- Peningkatan kualitas SDM
Tasikmalaya memiliki potensi besar. Modal sosial kita kuat. Kultur religius dan semangat gotong royong menjadi energi penting dalam membangun ekonomi yang mandiri.
Yang dibutuhkan sekarang adalah perubahan pola pikir: dari konsumtif menjadi produktif. Dari sekadar menikmati pertumbuhan menjadi ikut menciptakan pertumbuhan.
InsyaAllah, dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat, serta dengan komitmen kuat membangun karakter produktif, ekonomi Tasikmalaya akan semakin kokoh dan berkeadilan.
Fraksi PKS akan terus mengawal arah kebijakan agar pembangunan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat. (im)
Oleh: Ishak Parid, S.Pd.I
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya – Fraksi PKS








