Dukung Rintisan Agribisnis Berbasis Lingkungan, Yadi Mulyadi: Solusi Nyata Masalah Sampah dan Pemberdayaan Ekonomi

by -1810 Views
Marhaban, membangun rintisan agribisnis media tanam, sebagai solusi masalah lingkungan bernilai bisnis (ekonomi). (Foto: Ist)

Tasikmalaya, FPKS – Upaya mengatasi persoalan lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat terus mendapat perhatian dari Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya. 

Anggota Komisi IV sekaligus Ketua Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, SH, menyampaikan dukungannya terhadap rintisan agribisnis yang dikelola oleh Marhaban Syaiful Hamid, S.Pt.

Rintisan tersebut dinilai sebagai solusi praktis yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan kegiatan ekonomi produktif. Melalui pendekatan agribisnis, limbah organik diolah menjadi media tanam yang memiliki nilai jual.

“Ini adalah contoh konkret bagaimana persoalan sampah tidak hanya diselesaikan, tetapi juga diubah menjadi peluang ekonomi. PKS sangat mendukung inisiatif seperti ini,” ujar Yadi.

Pada kesempatan terpisah, Marhaban menjelaskan bahwa produk utama dari rintisan ini adalah media tanam yang terdiri dari berbagai bahan organik seperti sekam bakar, tanah humus bambu, humus bambu, kotoran hewan, dan kompos. 

Untuk kebutuhan kompos, pihaknya bersinergi dengan Rumah Eco-Enzym pimpinan Deviani, sehingga pengolahan limbah dilakukan secara kolaboratif.

Dari sisi nilai ekonomis, produk ini memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan. Pupuk kompos atau organik umum dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp3.500 hingga Rp6.000 per kilogram, sementara media tanam siap pakai dijual antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

Demplot Awal dan Potensi Pengembangan

Saat ini, kegiatan agribisnis tersebut masih berada pada tahap rintisan. Kebutuhan produksi media tanam tercatat sekitar 50 karung atau 125 kilogram per pekan, dengan total sekitar 200 karung atau 500 kilogram per bulan.

Marhaban bersama tim kecil yang terdiri dari tiga orang tengah mengembangkan demplot di sekitar Pondok Pesantren Modern At-Taufik, Kelurahan Kahuripan. 

Media tanam yang diproduksi telah diujicobakan pada berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran seperti kangkung hingga tanaman buah seperti anggur.

“Hasil uji coba sejauh ini cukup memuaskan. Ini menjadi indikator bahwa produk kami memiliki kualitas yang baik dan layak untuk dikembangkan lebih luas,” jelas Marhaban.

Alumni IPB ini berharap rintisannya dapat menjadi pilot project yang nantinya bisa direplikasi di berbagai wilayah. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dukungan PKS untuk Keberlanjutan Program

Yadi Mulyadi menegaskan bahwa Fraksi PKS berkomitmen untuk mendorong keberlanjutan dan pengembangan program-program berbasis masyarakat seperti ini. 

Menurutnya, inovasi yang menggabungkan aspek lingkungan dan ekonomi harus mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.

“Program seperti ini harus didukung agar bisa berkembang lebih masif. Tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Marhaban mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Yadi Mulyadi. Ia menilai, perhatian dari unsur legislatif sangat penting untuk menjaga kesinambungan program sekaligus memperluas jangkauan manfaatnya.

Dengan sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan dukungan kebijakan dari legislatif, rintisan agribisnis berbasis lingkungan ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan bagi dua persoalan utama kota, yakni pengelolaan sampah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (im)

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.