Yadi Mulyadi Dukung Pelatihan Budidaya Anggur untuk Membangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga

by -1334 Views
Marhaban, edukator anggur, mengadakan pelatihan budidaya anggur untuk umum gratis (tanpa dipungut biaya). (Foto: Ist)

Tasikmalaya, FPKS – Upaya mendorong solusi berbasis masyarakat dalam menjawab persoalan lingkungan dan ekonomi terus dilakukan Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya. 

Ketua Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, SH, memberikan dukungan penuh terhadap program pelatihan budidaya anggur yang digagas oleh Marhaban Syaiful Hamid, S.Pt.

Menurut Yadi, kegiatan yang digagas alumni IPB tersebut bukan sekadar pelatihan pertanian biasa, tetapi memiliki dampak strategis dalam membangun ketahanan pangan sekaligus ketahanan ekonomi keluarga.

“Program ini sangat positif, karena tidak hanya menjawab persoalan lingkungan seperti pemanfaatan sampah menjadi media tanam, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Yadi.

Ia menegaskan, pendekatan agribisnis berbasis rumah tangga seperti ini sangat relevan untuk dikembangkan di perkotaan. 

Oleh karena itu, dirinya sebagai anggota legislatif memberikan atensi dan dukungan agar program ini dapat diperluas dan direplikasi secara masif di berbagai wilayah Kota Tasikmalaya.

Pelatihan Gratis, Materi Lengkap dan Praktis

Pada kesempatan terpisah, Marhaban sebagai pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan budidaya anggur ini diselenggarakan sepanjang April 2026 dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. 

Setiap sesi pelatihan berlangsung sekitar satu jam dengan materi yang komprehensif, mulai dari pengenalan varietas, syarat tumbuh, pemilihan media tanam dan bibit, hingga teknik panen dan pascapanen.

Ia mengungkapkan, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat yang mengalami kendala dalam menanam anggur, seperti gagal tumbuh, tidak berbuah, hingga kualitas buah yang kurang baik.

“Banyak yang konsultasi karena gagal tanam atau buahnya asam. Padahal salah satu kuncinya ada di pemilihan varietas. Anggur itu punya ratusan varietas, dan tidak semuanya cocok untuk kondisi kita,” jelas Marhaban.

Metode pelatihan yang digunakan lebih menitikberatkan pada diskusi dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami secara konkret setiap tahapan budidaya.

Pelatihan ini dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kelompok Taruna Tani Mewangi di Jalan Batara, Komunitas Tani Mandiri (KTM) di Aksajaya, serta Rumah Anggur Margaharja.

Potensi Besar Urban Farming dan Agribisnis Anggur

Lebih lanjut, Marhaban menjelaskan bahwa konsep yang diusung adalah urban farming, sehingga budidaya anggur dapat dilakukan di lahan terbatas seperti halaman rumah, teras, bahkan di garasi.

Dari sisi bisnis, peluangnya dinilai sangat terbuka. Berdasarkan data, pada tahun 2023 Indonesia masih mengimpor anggur dengan nilai mencapai Rp6–7 triliun, menunjukkan bahwa kebutuhan dalam negeri belum mampu dipenuhi oleh produksi lokal.

“Artinya peluangnya besar, baik untuk buahnya, bibitnya, bahkan nilai estetika tanaman anggur untuk hunian atau perkantoran,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tanaman anggur mulai berbunga pada bulan ke-6 dan berbuah pada bulan ke-9 hingga ke-10. Menariknya, setelah panen pertama, siklus panen berikutnya bisa lebih cepat, bahkan dalam satu tahun dapat menghasilkan 2 hingga 3 kali panen tanpa bergantung pada musim.

“Bagi masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan, dapat menghubungi panitia melalui nomor 08121940345 atau 085320144748,” tutup Marhaban. (im)

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.