Soroti Program Tasik Religius, Ishak Parid Evaluasi Sekaligus Apresiasi Capaian Program One Hafidz One Kelurahan 

by -1283 Views
Anggota pansus LKPJ 2025. Ishak Parid, dalam rapat pansus di gedung paripurna DPRD Kota Tasikmalaya.

Tasikmalaya, FPKS – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Tasikmalaya kembali menggelar rapat pembahasan LKPJ Wali Kota Tahun 2025 bersama Sekretariat Daerah, Selasa (7/4/2026). 

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya yang diwakili H. Hanafi, S.H., M.H. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Tasikmalaya, beserta jajaran.

Dalam forum tersebut, anggota Pansus LKPJ dari Fraksi PKS, H. Ishak Parid, SPdI, menyoroti salah satu program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya, yakni Tasik Religius, khususnya program “One Hafidz One Kelurahan”.

Fokus pada Capaian dan Indikator Keberhasilan

Ishak Parid menekankan pentingnya kejelasan capaian program tersebut. Ia mengingatkan bahwa program yang menargetkan satu hafidz di setiap kelurahan harus memiliki indikator keberhasilan yang terukur dan tahapan yang jelas.

“Jika satu kelurahan ditargetkan memiliki satu hafidz, maka dengan jumlah 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya, seharusnya ada 69 hafidz yang dihasilkan. Pertanyaannya, sejauh mana capaian program ini saat ini, dan bagaimana indikator keberhasilannya?” ujar Ishak dalam rapat.

Ia juga menegaskan bahwa program unggulan daerah tidak boleh berhenti pada tataran konsep semata. Menurutnya, keberhasilan program harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Pentingnya Sinergi dengan Lembaga Keagamaan

Selain capaian, Ishak juga menggali informasi terkait pola kerja sama yang dilakukan pemerintah daerah dalam menjalankan program tersebut. 

Ia menilai, keberhasilan program tahfidz tidak mungkin dicapai tanpa melibatkan berbagai pihak.

“Program ini tentu membutuhkan sinergi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu ada kolaborasi dengan pesantren, lembaga tahfidz, dan pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam pembinaan Al-Qur’an,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa hingga saat ini capaian program “One Hafidz One Kelurahan” telah mencapai sekitar 48 hingga 54 hafidz. 

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan pesantren-pesantren yang memiliki spesialisasi di bidang tahfidz dan pembinaan Al-Qur’an, termasuk tahsin.

Selain itu, program ini juga melibatkan para pembimbing yang tersebar di empat daerah pemilihan (dapil), dengan masing-masing dapil didukung oleh empat pembimbing. Para peserta yang mengikuti program ini merupakan santri yang telah memiliki hafalan minimal lima juz, dengan target penambahan hafalan sekitar dua hingga tiga juz setiap bulan.

Apresiasi dengan Catatan Perbaikan

Atas capaian tersebut, Ishak Parid menyampaikan apresiasi. Namun demikian, ia tetap mendorong agar evaluasi terus dilakukan guna memastikan target program dapat tercapai secara optimal.

“Capaian ini tentu patut diapresiasi. Namun, evaluasi tetap diperlukan agar program ini benar-benar bisa mencapai target yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, program Tasik Religius tidak hanya menjadi simbol kebijakan, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata yang mampu memperkuat karakter religius masyarakat Kota Tasikmalaya. (im)

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.