Hadir dalam Pelatihan Eco-Enzym, Yadi Mulyadi Arahkan Pengolahan Sampah Jadi Sumber Daya Ekonomi

by -1491 Views
Anggota fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, SH menghadiri acara pelatihan pengelolaan sampah yang diselenggarakan Rumah Eco-Enzym pimpinan Deviani, Minggu (12/4).

Tasikmalaya, FPKS — Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, SH, menghadiri kegiatan pelatihan eco-enzym dan kompos yang diselenggarakan oleh Rumah Eco-Enzym pimpinan Deviani di Jalan Kapten Naseh. 

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Jabar Bergerak Zillenials dan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) pimpinan Marhaban.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan kelompok wanita tani. 

Turut hadir pula Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Feri Arif Maulana, yang memberikan dukungan terhadap inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Ubah Mindset: Sampah Jadi Potensi

Pimpinan Rumah Eco-Enzym, Deviani, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang sampah. 

Menurutnya, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

“Peserta dilatih membuat kompos dan eco-enzym dari sampah organik, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun rumah tangga,” ujarnya.

Marhaban selaku pimpinan P4S menambahkan, pelatihan ini akan berlanjut pada tahap pengembangan keterampilan lanjutan. Salah satunya adalah pembuatan media tanam serta EM4 dari ampas eco-enzym.

EM4 merupakan larutan berisi mikroorganisme efektif yang berfungsi mempercepat penguraian bahan organik, meningkatkan kesuburan tanah, dan menunjang pertumbuhan tanaman. 

Selain itu, EM4 juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena banyak dibutuhkan dalam sektor pertanian.

Yadi Mulyadi Apresiasi dan Dorong Kemandirian

Dalam sambutannya, Yadi Mulyadi menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan nyata yang dihadapi Kota Tasikmalaya setiap hari. Ia menyebutkan, produksi sampah harian di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 390 ton.

“Ini adalah persoalan serius. Karena itu, saya sangat mengapresiasi inisiatif swadaya masyarakat seperti yang dilakukan Rumah Eco-Enzym,” ujarnya.

Yadi menekankan bahwa pengelolaan sampah perlu didorong tidak hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk membangun kemandirian masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara Rumah Eco-Enzym dan P4S menjadi contoh konkret bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang produktif.

Ia juga menyoroti potensi pengolahan sampah menjadi pakan ternak, seperti untuk ayam, domba, sapi, hingga ikan. Menurutnya, inovasi ini sangat relevan dengan program Pemerintah Kota Tasikmalaya yang tengah menggulirkan bantuan 12 ekor ayam petelur lengkap dengan kandangnya.

“Salah satu tantangan utama dalam program tersebut adalah biaya pakan. Dengan adanya pengolahan sampah menjadi pakan, ini bisa menjadi solusi menghadirkan pakan berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Kolaborasi untuk Solusi Berkelanjutan

Kegiatan ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi antara komunitas, lembaga pelatihan, dan pemangku kebijakan dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan. 

Melalui edukasi dan praktik langsung, masyarakat tidak hanya diajak menjaga lingkungan, tetapi juga diberdayakan secara ekonomi.

Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu mengelola sampah secara mandiri dan menjadikannya sebagai sumber daya yang bernilai.(im)

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.