TASIKMALAYA, FPKS — DPRD Kota Tasikmalaya menerima kunjungan dari Universitas Islam Bandung (UNISBA) dalam rangka sosialisasi dan perkenalan Program Studi Magister Manajemen, Rabu (22/4) pukul 12.30 WIB di Ruang Rapat Pimpinan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga legislatif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Rombongan UNISBA dipimpin oleh Ketua Program Studi S-2 Manajemen, Dr. Dede, yang memaparkan berbagai keunggulan program serta peluang kolaborasi, khususnya dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM di lingkungan DPRD maupun partai politik.
UNISBA Tawarkan Kolaborasi Pengembangan SDM
Dalam pemaparannya, pihak UNISBA memperkenalkan program Magister Manajemen sebagai salah satu sarana peningkatan kompetensi, baik dalam aspek kepemimpinan, manajerial, maupun pengambilan kebijakan.
Program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para anggota dewan dan kader partai politik untuk terus mengembangkan diri di tengah dinamika pemerintahan yang semakin kompleks.
DPRD Sambut Positif Upaya Peningkatan Kapasitas
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, SH, menyambut positif tawaran kolaborasi tersebut.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan, termasuk bagi para politisi.
“Upgrade SDM menjadi hal yang sangat penting, karena tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks. Dibutuhkan kapasitas yang memadai agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berkualitas,” ujar Yadi.
Ia menambahkan, sebagai lembaga yang berfungsi dalam legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD dituntut untuk memiliki pemahaman yang kuat dalam berbagai aspek, termasuk manajemen, ekonomi, dan kebijakan publik.
Kolaborasi Diserahkan pada Pilihan Individu
Meski demikian, Yadi menjelaskan bahwa komunitas anggota DPRD memiliki latar belakang yang heterogen, baik dari sisi pendidikan, pengalaman, maupun kebutuhan pengembangan diri. Oleh karena itu, peluang kolaborasi yang ditawarkan akan dikembalikan kepada masing-masing individu anggota dewan.
“Pada prinsipnya kami menyambut baik, namun karena sifatnya pengembangan kapasitas individu, maka pilihan untuk mengikuti program ini akan diserahkan kepada masing-masing anggota,” jelasnya.
“Inisiatif dari UNISBA ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendorong peningkatan kualitas SDM, tidak hanya di lingkungan DPRD, tetapi juga di kalangan partai politik secara lebih luas”, pungkasnya. (im)








