Dalam Diskusi dengan PMI, Yadi Mulyadi Dorong Penguatan Kolaborasi Donor Darah di Tasikmalaya

by -1356 Views
Yadi Mulyadi, hadir dalam diskusi bersama PMI, RS dan BDRS, Selasa (28/4).

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Yadi Mulyadi, mendorong penguatan kolaborasi lintas lembaga untuk meningkatkan jumlah pendonor darah yang dinilai masih jauh dari kebutuhan. 

Tasikmalaya, FPKS – Hal tersebut disampaikan Yadi dalam kegiatan diskusi bersama Palang Merah Indonesia (PMI), rumah sakit (RS), dan BDRS yang digelar di Kantor PMI Kota Tasikmalaya, Jalan Siliwangi BLK No. 31, pada Selasa (28/4/2026).

Dalam forum tersebut, mengemuka sejumlah persoalan, terutama terkait alur distribusi darah serta strategi pengumpulan darah dari masyarakat. 

Saat ini, Kota Tasikmalaya baru mampu menghimpun sekitar 3.000 pendonor, angka yang masih jauh dari target ideal sebanyak 10.000 pendonor.

Selain itu, tingginya biaya operasional juga menjadi kendala. Untuk setiap satu kantong darah, dibutuhkan biaya sekitar Rp300 ribu, yang mencakup berbagai kebutuhan alat dan perlengkapan medis.

“Kita melihat kebutuhan darah cukup tinggi, tetapi jumlah pendonor masih terbatas. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Yadi.

Dorong Kolaborasi dan Perluasan Basis Pendonor

Menanggapi kondisi tersebut, Yadi menekankan pentingnya peningkatan kolaborasi antara PMI, rumah sakit, dan BDRS sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pendonor.

Ia menyarankan agar potensi pendonor dari berbagai kalangan dapat dioptimalkan, khususnya dari pelajar, mahasiswa, serta lingkungan pesantren yang telah memenuhi syarat sebagai pendonor.

“Potensi pendonor kita sebenarnya sangat besar. Pelajar, mahasiswa, hingga santri bisa menjadi bagian dari solusi jika dikelola dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, Yadi juga mendorong optimalisasi peran aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, serta pegawai rumah sakit untuk turut aktif dalam kegiatan donor darah.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak secara terintegrasi akan memperkuat sistem pengumpulan darah sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat.

Edukasi Jadi Kunci

Di samping upaya teknis, Yadi menilai edukasi kepada masyarakat luas menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi donor darah. Ia menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat donor darah, baik dari sisi kesehatan maupun sosial.

“Donor darah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor itu sendiri. Ini perlu terus disosialisasikan,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui edukasi yang masif dan kolaborasi yang kuat, kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor dapat meningkat secara signifikan.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi bersama yang lebih efektif, sehingga kebutuhan darah di Kota Tasikmalaya dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Ini bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi, saya optimistis kebutuhan darah bisa kita penuhi,” pungkas Yadi. (im)

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.