Hardiknas: Saatnya Mulai Berbenah 

by -1231 Views
Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi menghadiri upacara peringatan Hardiknas, Senin (5/4).

Oleh: Heri Ahmadi, SPdI

Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum evaluasi, tanpa perbaikan serius di sektor pendidikan, kemajuan daerah dan bangsa akan sulit tercapai.

Setiap tanggal 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: sejauh mana momen ini benar-benar kita maknai sebagai ruang refleksi? 

Jangan sampai Hardiknas hanya menjadi agenda seremonial yang berulang, tanpa diikuti langkah perbaikan yang nyata.

Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan sebuah bangsa. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masa depan suatu daerah, bahkan negara, sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya hari ini. 

Karena itu, peringatan Hardiknas seharusnya menjadi titik evaluasi bersama, bukan sekadar perayaan simbolik.

PR Besar Dunia Pendidikan

Kita masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Mulai dari kecukupan tenaga pendidik, pemerataan distribusi guru, hingga peningkatan kesejahteraan mereka. Guru adalah ujung tombak pendidikan. Jika kesejahteraan mereka terabaikan, sulit berharap kualitas pendidikan akan optimal.

Selain itu, akses terhadap pendidikan juga perlu terus diperluas. Program beasiswa harus diperkuat, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu, agar tidak ada anak yang terpaksa putus sekolah hanya karena alasan ekonomi.

Salah satu indikator penting dalam mengukur kemajuan pendidikan adalah Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Di Kota Tasikmalaya, RLS saat ini berada di angka sekitar 9,2 tahun, setara dengan tingkat sekolah menengah pertama. Angka ini tentu perlu menjadi perhatian serius.

Target Lebih Tinggi untuk Masa Depan

Saya berpandangan bahwa minimal RLS harus mencapai 12 tahun, setara dengan pendidikan menengah atas. Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan kesiapan generasi kita dalam menghadapi tantangan masa depan.

Jika kita berbicara tentang visi Indonesia Emas, maka peningkatan kualitas pendidikan menjadi syarat mutlak. Mustahil kita berharap kemajuan signifikan, baik di tingkat kota maupun nasional, jika sektor pendidikan masih tertinggal.

Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan daya saing. Karena itu, kebijakan pendidikan harus dirancang secara serius, berkelanjutan, dan berorientasi pada hasil jangka panjang.

Pendidikan Sepanjang Hayat

Sebagai seorang muslim, kita mengenal prinsip minal mahdi ilal lahdi—menuntut ilmu sejak lahir hingga akhir hayat. Konsep ini sejalan dengan gagasan long life education atau pendidikan sepanjang hayat.

Artinya, pendidikan tidak berhenti di bangku sekolah. Ia harus menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat. Pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, hingga lingkungan sosial memiliki peran dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, Hardiknas harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Bukan hanya untuk individu, tetapi untuk masa depan bangsa.

Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal perubahan. Dari seremoni menuju aksi. Dari wacana menuju kebijakan nyata. Karena masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini dalam dunia pendidikan.(im)

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.