Yadi Mulyadi Terima Audiensi Sejumlah Mahasiswi, Bahas Kota Ramah Anak dan Perlindungan Dunia Pendidikan

by -1245 Views
Anggota Komisi IV Fraksi PKS, Yadi Mulyadi, menerima audiensi mahasiswi, Jumat (8/5)

Sejumlah mahasiswi Universitas Siliwangi melakukan audiensi terkait Kota Ramah Anak dan kasus pencabulan di dunia pendidikan. 

TASIKMALAYA, FPKS — Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, SH, menerima audiensi sejumlah mahasiswi Universitas Siliwangi (Unsil), Senin (11/5). 

Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka tugas akademik mahasiswa yang melakukan wawancara mengenai konsep Kota Ramah Anak serta menyoroti kasus pencabulan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan membahas berbagai aspek perlindungan anak, peran pemerintah daerah, hingga tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat.

DPRD Dorong Penguatan Perlindungan Anak

Dalam kesempatan itu, Yadi Mulyadi menjelaskan bahwa DPRD Kota Tasikmalaya memiliki fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, termasuk dalam mendukung kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan anak dan dunia pendidikan.

Ia menegaskan bahwa DPRD terus berupaya mendorong regulasi dan kebijakan daerah yang berpihak pada perlindungan masyarakat, khususnya anak-anak dan peserta didik.

“Sebagai lembaga legislatif, DPRD memiliki tanggung jawab untuk mendorong lahirnya kebijakan dan regulasi yang mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk anak-anak,” ujar Yadi.

Menurutnya, isu perlindungan anak tidak dapat dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut masa depan generasi muda.

Penegakan Hukum Jadi Ranah Aparat

Terkait munculnya kasus pencabulan di dunia pendidikan, Yadi menegaskan bahwa proses penindakan merupakan kewenangan aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian dan institusi terkait lainnya.

Namun demikian, ia menilai bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah daerah.

“Kasus-kasus seperti ini tentu harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita membangun sistem pencegahan dan pengawasan bersama,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan pengawasan di lingkungan pendidikan agar kasus serupa tidak terulang.

Apresiasi Kepedulian Mahasiswa

Yadi Mulyadi turut mengapresiasi kehadiran para mahasiswi yang dinilai memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan pendidikan di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam mengkritisi dan mengkaji persoalan masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Ia berharap kalangan akademisi dan mahasiswa terus aktif memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah, termasuk dalam isu perlindungan anak dan pendidikan.

“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Kepedulian seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan anak dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda di Kota Tasikmalaya.(im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.