Jadi Pemateri Pelatihan Kurban, Heri Ahmadi Tekankan Penanganan Hewan Secara Ihsan

by -1511 Views
Heri Ahmadi dalam kegiatan Pelatihan Penanganan dan Penyembelihan Hewan Qurban di RPH Indihiyang, Tasikmalaya, Kamis (28/5)

Tasikmalaya, FPKS – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Heri Ahmadi, S.Pd.I, menjadi salah satu pemateri dalam pelatihan penanganan dan penyembelihan hewan kurban yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Kamis (28/5/2026). 

Kegiatan ini dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan panitia kurban agar proses penyembelihan berlangsung sesuai syariat, memperhatikan kesejahteraan hewan, serta menghasilkan daging yang aman dikonsumsi masyarakat.

Pelatihan berlangsung di Rumah Potong Hewan (RPH) yang berlokasi di Jalan Ibrahim Adjie, Indihiang, Kota Tasikmalaya. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 17 peserta dari Kecamatan Mangkubumi dan 13 peserta dari Kecamatan Kawalu.

Tidak hanya menyampaikan materi, Heri Ahmadi juga terlibat langsung dalam praktik lapangan dengan memperagakan tata cara penanganan dan penyembelihan hewan kurban yang benar sesuai tuntunan syariat Islam.

Meningkatkan Kompetensi Panitia Kurban

Menurut Heri Ahmadi, pelatihan semacam ini memiliki nilai strategis karena sebagian besar penyembelihan hewan kurban di masyarakat masih dilaksanakan di lingkungan masjid, lapangan, atau lokasi terbuka dengan sarana yang sederhana.

Karena itu, para panitia perlu dibekali pemahaman yang memadai agar proses penyembelihan dapat dilakukan secara efektif, aman, dan tetap memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan.

Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan pelatihan mulai dari teknik menangani hewan sebelum disembelih, cara mengikat hewan dengan aman, hingga teknik penyembelihan menggunakan peralatan yang lazim tersedia di masyarakat, seperti tali dan pisau penyembelihan.

“Berkurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga bagaimana memperlakukan hewan dengan cara yang baik sejak sebelum proses penyembelihan dilakukan,” ujar Heri.

Belajar Mengenali Daging yang Layak Konsumsi

Selain teknik penyembelihan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan hewan dan keamanan pangan. Mereka diajarkan cara mengenali ciri-ciri daging segar yang sehat serta membedakannya dengan daging yang berpotensi mengalami gangguan kesehatan atau penyakit.

Materi ini dinilai penting karena panitia kurban memiliki tanggung jawab untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat berada dalam kondisi layak konsumsi.

Sebagai penunjang pelatihan, seluruh peserta mendapatkan sejumlah fasilitas berupa seragam pelatihan, buku panduan, pisau penyembelihan, serta bantuan troli untuk mendukung proses penanganan hewan dan distribusi daging kurban.

Kurban Dilaksanakan dengan Sebaik-Baiknya

Heri Ahmadi mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik secara langsung. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami berbagai tahapan yang harus dilakukan saat pelaksanaan kurban.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesejahteraan hewan dalam setiap proses penyembelihan. Pisau yang digunakan harus tajam, hewan tidak boleh diperlakukan kasar, dan seluruh proses harus dilakukan secara profesional sesuai ketentuan agama.

“Semangat berkurban harus diwujudkan dengan pelaksanaan yang terbaik. Bukan hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan manfaat bagi masyarakat yang menerima,” pungkas Heri Ahmadi. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.