Tasikmalaya, FPKS – DPD PKS Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan LATANSA (Pelatihan Perempuan Siaga) 2026 pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan diawali dengan pembukaan di Kantor DPD PKS Kota Tasikmalaya, Jalan Ir. H. Juanda No. 84, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, mulai pukul 07.00 WIB.
Pembukaan dihadiri oleh Anggota DPR RI Mohamad Sohibul Iman, Ketua DPD PKS Kota Tasikmalaya Agus Sugiarto, jajaran pengurus partai, serta ratusan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya.
Usai acara pembukaan, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan berjalan kaki menuju kawasan Situ Gede. Rangkaian kegiatan di alam terbuka tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang mengombinasikan penguatan fisik, mental, spiritual, dan kebersamaan antarpeserta.
Pembinaan Perempuan yang Menyeluruh
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PKS, Elan Jaelani, SH, yang turut menghadiri kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan LATANSA sebagai salah satu program pembinaan kader perempuan yang berorientasi pada penguatan kapasitas diri.
Menurut Elan, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis, tetapi juga menjadi ruang yang efektif untuk membangun semangat persaudaraan di antara para peserta.
“Saya melihat kegiatan ini sangat positif. LATANSA bukan hanya melatih keterampilan, tetapi juga meningkatkan ukhuwah, terutama di antara para akhwat dan ummahat. Kebersamaan seperti ini menjadi modal penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan perempuan merupakan investasi penting karena perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penggerak berbagai aktivitas sosial di tengah masyarakat.
Mempersiapkan Perempuan yang Siap Berkontribusi
LATANSA merupakan singkatan dari Pelatihan Perempuan Siaga, yaitu program pembinaan yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS di berbagai tingkatan kepengurusan. Program ini bertujuan membentuk perempuan yang tangguh secara fisik, mental, dan spiritual, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap berkontribusi dalam keluarga, masyarakat, maupun pelayanan publik.
Materi yang diberikan meliputi penguatan ruhiyah, pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama tim, mitigasi bencana, pertolongan pertama, hingga berbagai keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh rangkaian pelatihan dikemas secara interaktif melalui sesi kelas, simulasi, permainan kelompok, dan kegiatan luar ruang.
Elan berharap kegiatan pembinaan seperti LATANSA dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pembangunan masyarakat secara lebih luas.
“Ketika perempuan memiliki karakter yang kuat, wawasan yang baik, dan semangat melayani, maka keluarga akan semakin kokoh, lingkungan masyarakat menjadi lebih harmonis, dan proses pembangunan daerah pun akan memperoleh dukungan yang lebih besar,” tutup Elan. (im)








