Elan Jaelani Apresiasi Kiprah TAAM Al-Musyawaroh, Siap Perjuangkan Insentif Guru TPA

by -1564 Views
Elan Jaelani, SH memberikan sambutan di acara Haflah al-musyawaroh, kampung Negla, Cibeureum, Sabtu (4/7).

Tasikmalaya, FPKS— Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, SH menghadiri Haflah dan Kenaikan Kelas TPA/TKA yang diselenggarakan Satuan PAUD Sejenis (SPS) Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Al-Musyawaroh di Kampung Negla, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut dihadiri para orang tua murid, pengurus BKPRMI tingkat Kota Tasikmalaya, kecamatan, dan kelurahan, serta para Ketua RT dan RW setempat. Momen haflah menjadi ajang apresiasi atas capaian para santri sekaligus mempererat sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan itu, Elan Jaelani menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru dan pengelola TAAM Al-Musyawaroh yang selama ini konsisten memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak usia dini.

Siap Mengawal Aspirasi Insentif Guru

Pada sesi dialog, pengurus BKPRMI menyampaikan aspirasi mengenai pencairan insentif bagi para guru TPA yang dinilai memiliki peran besar dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.

Menanggapi hal tersebut, Elan Jaelani menegaskan bahwa aspirasi tersebut menjadi perhatian serius. Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen untuk mengawal dan memperjuangkan agar proses pencairan insentif bagi para guru TPA dapat berjalan dengan baik sesuai mekanisme yang berlaku.

“Guru-guru TPA memiliki jasa yang sangat besar dalam membentuk akhlak dan karakter anak-anak kita. Aspirasi mengenai insentif ini akan kami perjuangkan agar menjadi perhatian pemerintah, sehingga hak-hak para guru dapat terpenuhi,” ujar Elan.

Menurutnya, keberadaan para guru TPA bukan hanya berkontribusi pada pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun fondasi moral masyarakat sejak usia dini.

Apresiasi Kemandirian Pesantren Al-Musyawaroh

Selain menyoroti kesejahteraan para guru, Elan juga memberikan apresiasi kepada Pesantren Al-Musyawaroh yang selama ini mampu menjalankan berbagai kegiatan pendidikan secara mandiri.

Ia menilai semangat swadaya yang ditunjukkan pengelola pesantren merupakan contoh nyata kemandirian masyarakat dalam membangun pendidikan. Berbagai program pendidikan tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah, berkat dukungan masyarakat dan pengurus pesantren.

“Kemandirian seperti ini patut diapresiasi. Semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat menjadi modal penting dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an,” katanya.

Pendidikan Al-Qur’an sebagai Investasi Generasi

Elan berharap kegiatan haflah tidak sekadar menjadi seremoni kenaikan kelas, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masing-masing. 

Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki karakter yang kuat sejak usia dini melalui pendidikan yang berkualitas. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.