Haflah: Menjemput Masa Depan dari Bangku Madrasah

by -1321 Views
Elan Jaelani, SH anggota Fraksi PKS Kota Tasikmalaya.

Oleh: Elan Jaelani, SH
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PKS

Hari Sabtu (4/7/2026) lalu, saya kembali menghadiri undangan haflah dan kenaikan kelas di salah satu madrasah di Kota Tasikmalaya. Jika dihitung, sepanjang bulan ini saya telah menghadiri lebih dari lima kegiatan serupa di berbagai madrasah, TPA, dan pondok pesantren. 

Ditengah padatnya agenda sebagai anggota DPRD, saya selalu berusaha memprioritaskan undangan-undangan seperti ini. Bagi saya, hadir ditengah anak-anak, para guru, dan orang tua adalah bagian penting dari menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Ada yang bertanya, mengapa saya begitu sering menghadiri kegiatan haflah? 

Jawabannya sederhana. Karena saya percaya bahwa masa depan Kota Tasikmalaya sedang dipersiapkan dari ruang-ruang belajar yang mungkin sederhana, tetapi penuh nilai dan keteladanan.

Menyaksikan Pendidikan yang Sesungguhnya

Setiap kali menghadiri haflah, saya melihat lebih dari sekadar acara seremonial. Saya menyaksikan anak-anak yang berani tampil membaca Al-Qur’an, berpidato, menghafal doa, atau menunjukkan berbagai kemampuan yang mereka pelajari selama satu tahun.

Dibalik penampilan mereka, ada proses pendidikan yang panjang. Ada kesabaran para ustadz dan ustadzah yang setiap hari mendampingi, membimbing, dan menanamkan akhlak kepada para santri. 

Tidak semua keberhasilan dapat diukur dengan nilai akademik. Ada keberhasilan yang tampak dari keberanian, kedisiplinan, rasa hormat kepada orang tua, serta kecintaan anak terhadap agama.

Sebagai anggota DPRD, saya merasa perlu hadir untuk menyaksikan langsung proses itu. Sebab kebijakan yang baik lahir dari kedekatan dengan masyarakat, bukan hanya dari ruang rapat.

Menghargai Perjuangan Para Pendidik

Saya juga memandang haflah sebagai kesempatan untuk menyampaikan apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah. Mereka adalah bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda Tasikmalaya.

Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka terus mengajar dengan penuh keikhlasan. Mereka tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Dedikasi seperti inilah yang patut mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah. Pendidikan karakter tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui orang-orang yang setiap hari mendidik dengan keteladanan.

Investasi Terbaik bagi Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya dikenal sebagai Kota Santri. Julukan tersebut harus terus dijaga melalui perhatian terhadap lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.

Saya meyakini bahwa menghadiri haflah bukan sekadar memenuhi undangan. Ini adalah bentuk penghormatan kepada dunia pendidikan sekaligus cara untuk mendengar aspirasi secara langsung dari para guru, pengelola madrasah, dan orang tua santri. 

Dari pertemuan-pertemuan seperti inilah saya memperoleh banyak masukan yang menjadi bekal dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPRD.

Pada akhirnya, kekuatan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik atau pertumbuhan ekonomi. Kekuatan itu juga lahir dari kualitas manusianya.

Ketika kita memberi perhatian kepada madrasah, pesantren, dan para pendidiknya, sesungguhnya kita sedang berinvestasi untuk masa depan Kota Tasikmalaya. Generasi yang cerdas, berakhlak, dan mencintai agamanya akan menjadi fondasi bagi kemajuan daerah yang berkelanjutan. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.