Kota Tasikmalaya, FPKS – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tasikmalaya bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar rapat pembahasan Evaluasi Semester I dan Prognosis Semester II APBD Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2026 pada Selasa (14/7/2026).
Rapat yang berlangsung pukul 13.00 WIB di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan APBD berjalan sesuai target hingga akhir tahun.
Pembahasan dihadiri oleh pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPRD, TAPD, serta perangkat daerah terkait. Dalam forum tersebut, DPRD melakukan evaluasi terhadap capaian realisasi APBD selama semester pertama sekaligus menelaah proyeksi pelaksanaan anggaran pada semester kedua tahun 2026.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Dede, S.IP, menegaskan bahwa evaluasi semester bukan sekadar melihat angka-angka realisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus menyusun langkah perbaikan yang efektif.
Evaluasi untuk Memastikan Target APBD Tercapai
Menurut Dede, evaluasi semester pertama memiliki peran strategis karena memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian target pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah. Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah daerah dapat melakukan penyesuaian kebijakan agar pelaksanaan APBD pada semester kedua berjalan lebih optimal.
“Evaluasi ini penting untuk melihat sejauh mana program yang telah direncanakan dapat direalisasikan, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya. Dengan demikian, langkah perbaikan dapat segera dilakukan sebelum tahun anggaran berakhir,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Banggar bersama TAPD membahas berbagai aspek pelaksanaan APBD, termasuk capaian realisasi anggaran, potensi peningkatan pendapatan daerah, efektivitas belanja, hingga strategi percepatan pelaksanaan program di masing-masing perangkat daerah.
Prognosis Harus Optimistis Sekaligus Realistis
Selain mengevaluasi pelaksanaan APBD Semester I, rapat juga membahas prognosis Semester II sebagai proyeksi capaian hingga akhir Tahun Anggaran 2026. Dede menekankan bahwa penyusunan prognosis harus didasarkan pada kondisi riil di lapangan agar target yang ditetapkan dapat diwujudkan.
“Kami berharap prognosis yang disusun pemerintah daerah benar-benar menjadi prognosis yang optimistis sekaligus realistis untuk dicapai. Yang terpenting bukan hanya menyampaikan target, tetapi juga memastikan setiap strategi memiliki ukuran keberhasilan yang jelas sehingga DPRD dapat menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan dukungan secara tepat demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, target yang terlalu tinggi tanpa strategi yang terukur justru akan menyulitkan proses evaluasi. Sebaliknya, prognosis yang realistis akan menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam mengoptimalkan pelaksanaan program hingga akhir tahun.
Pengawasan Berbasis Indikator yang Terukur
Dalam pembahasan tersebut, DPRD juga mendorong agar setiap rencana tindak lanjut yang disusun pemerintah daerah dilengkapi dengan indikator keberhasilan yang jelas dan terukur. Hal ini penting agar pelaksanaan setiap program dapat dievaluasi secara objektif dan akuntabel.
Dede menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak hanya memastikan anggaran terserap, tetapi juga mengawal agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Tasikmalaya terus terjaga sehingga pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat mencapai target yang telah ditetapkan, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya. (im)






