Perkuat Ketahanan Keluarga dari Tingkat Masyarakat, Yadi Mulyadi Resmikan SKI Kecamatan Cihideung

by -1364 Views
Yadi Mulyadi dan Ketua Bipeka DPD PKS Kota Tasikmalaya, Ir. Hj. Irma S Handayani, dalam acara launching SKI Kecamatan Cihideung, Ahad (19/7)

KOTA TASIKMALAYA, FPKS — Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, S.H., meresmikan Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, pada Ahad (19/7/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua DPRa PKS Tugujaya, Ujang Dedi, di Kampung Cipicung ini menjadi acara launching SKI ke-4 di Kota Tasikmalaya.

Acara dihadiri Ketua Bidang Pemberdayaan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kota Tasikmalaya Ir. Hj. Irma S. Handayani, Ketua Bipeka DPC PKS Cihideung Kurniasih Sahidin, S.Si., narasumber dr. Lidya Anissa, M.Gizi., Sp.GK, serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti kegiatan.

Program Nasional untuk Membangun Ketahanan Keluarga

Dalam sambutannya, Irma S. Handayani menjelaskan bahwa Sekolah Keluarga Indonesia merupakan program nasional Bipeka PKS yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga dari berbagai aspek kehidupan.

Menurutnya, SKI tidak hanya menyasar pasangan yang telah berkeluarga, tetapi juga terbuka bagi calon pengantin, keluarga muda, hingga para lanjut usia. Materi yang diberikan mencakup manajemen rumah tangga, penguatan ekonomi keluarga, kesehatan, pendidikan anak, pendidikan agama, tahsin Al-Qur’an, hingga tadabbur.

“Ini merupakan launching SKI yang keempat di Kota Tasikmalaya. Ke depan kami menargetkan hadirnya sepuluh SKI, sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada. Harapannya, kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap bulan dengan bentuk yang disesuaikan, seperti majelis taklim, kelas tahsin, maupun forum edukasi keluarga lainnya,” ujarnya.

Keluarga Menghadapi Tantangan yang Semakin Kompleks

Sebelum meresmikan SKI Kecamatan Cihideung, H. Yadi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Bipeka DPD dan DPC PKS yang terus menghadirkan program pemberdayaan keluarga ditengah masyarakat.

Ia menilai keberadaan SKI sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika keluarga Indonesia menghadapi tantangan yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial, budaya, dan kesehatan.

Yadi mencontohkan salah satu tantangan sosial yang menjadi perhatian adalah pengaruh budaya yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Ia mengaitkan hal tersebut dengan audiensi sejumlah ulama kepada DPRD Kota Tasikmalaya beberapa hari sebelumnya yang mengusulkan adanya regulasi daerah sebagai upaya melindungi masyarakat dari pengaruh normalisasi LGBTQ.

Selain itu, persoalan stunting juga masih menjadi pekerjaan rumah bersama di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, stunting tidak selalu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pola makan bergizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang tepat.

“Karena itu, edukasi menjadi sangat penting. Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui peningkatan ekonomi, tetapi juga melalui penguatan ilmu, karakter, kesehatan, dan pola pengasuhan yang baik,” kata Yadi.

Menjadi Titik Temu Kolaborasi

Yadi berharap Sekolah Keluarga Indonesia dapat menjadi ruang belajar sekaligus titik simpul kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan para legislator dalam memperkuat ketahanan keluarga.

Menurutnya, apabila keluarga memiliki fondasi yang kuat, maka masyarakat juga akan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Semoga SKI menjadi wadah yang terus berkembang, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta melahirkan keluarga-keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan berakhlak mulia. Dari keluarga yang kuat, kita berharap lahir generasi yang mampu membangun Kota Tasikmalaya menjadi lebih baik,” pungkasnya. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.