Dorong Mahasiswa Jadi Bagian dari Solusi Persoalan Sampah, Elan Jaelani Apresiasi KKN Tematik UMB

by -1333 Views
Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Elan Jaelani saat memberi sambutan dalam pelepasan mahasiswa KKN UMB, Senin (20/7).

KOTA TASIKMALAYA, FPKS — Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., menghadiri kegiatan pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mayasari Bakti (UMB), Senin (20/7/2026), di Kampus Universitas Mayasari Bakti. 

KKN Tematik angkatan pertama ini mengusung tema lingkungan dengan fokus pada penanganan persoalan sampah di tengah masyarakat.

Kegiatan pelepasan dihadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Staf Ahli Pemerintah Kota Tasikmalaya, Camat Tamansari, para lurah se-Kecamatan Tamansari, jajaran pimpinan Universitas Mayasari Bakti, dosen pembimbing, serta 120 mahasiswa peserta KKN.

Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian masyarakat di enam kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Tamansari.

KKN Bertema Lingkungan Dinilai Tepat Sasaran

Dalam sambutannya, Elan Jaelani menyampaikan apresiasi kepada Universitas Mayasari Bakti, khususnya jajaran pimpinan kampus, yang menjadikan isu lingkungan sebagai tema utama KKN tahun ini.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan salah satu tantangan yang dihadapi banyak daerah, termasuk Kota Tasikmalaya. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat.

“Saya mengapresiasi Universitas Mayasari Bakti, khususnya Bapak Rektor dan seluruh civitas akademika, yang memilih persoalan lingkungan sebagai fokus KKN. Ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi hadir dan peduli terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” ujar Elan.

Ia berharap pengalaman para mahasiswa selama berada di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Penanganan Sampah Butuh Sinergi Semua Pihak

Elan menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, dunia pendidikan, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat menjadi jembatan dalam membangun edukasi mengenai pengelolaan sampah, perubahan perilaku, serta pentingnya menjaga lingkungan sejak dari tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.

“DPRD memandang persoalan sampah harus diselesaikan secara bersama-sama. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan fasilitas, tetapi perguruan tinggi juga memiliki kekuatan melalui riset, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi inilah yang perlu terus diperkuat,” katanya.

Tinggalkan Jejak Pengabdian di Masyarakat

Elan juga berpesan kepada seluruh peserta KKN agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi di setiap kelurahan tempat mereka mengabdi.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak semata diukur dari selesainya rangkaian kegiatan, melainkan dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah program berakhir.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa dapat meninggalkan jejak pengabdian yang baik di tengah masyarakat. Jadikan KKN ini sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus membantu menghadirkan solusi, khususnya dalam persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah. Semoga kehadiran mahasiswa Universitas Mayasari Bakti memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kecamatan Tamansari,” pungkasnya. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.