Membangun Ketahanan Keluarga, Menguatkan Ekonomi Lokal

by -1322 Views
Lanching Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) Kahuripan. Kecamatan Tawang., Ahad 26/7.

Oleh: H. Yadi Mulyadi, S.H.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PKS

Di bulan Juli ini, alhamdulillah saya berkesempatan meresmikan dan launching dua Sekolah Keluarga Indonesia. Pertama di Kecamatan Cihideung (17/7) dan kedua di Kecamatan Tawang, Kelurahan Kahuripan.

Mengapa saya antusias menghadiri acara launching SKI?

Ditengah pembangunan daerah yang seringkali diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau peningkatan investasi. Saya meyakini, ada satu fondasi yang tidak boleh diabaikan, yaitu keluarga. 

Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat karakter, nilai, dan kebiasaan hidup seseorang dibentuk. Karena itu, penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Ditengah perubahan sosial dan ekonomi yang berlangsung sangat cepat, keluarga menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Orang tua dituntut mampu mendampingi tumbuh kembang anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, sekaligus mengelola ekonomi keluarga dengan bijak. Kondisi ini membutuhkan ruang belajar yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengembangkan program Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) sebagai wadah pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya membahas pengasuhan anak dan keharmonisan keluarga, tetapi juga mengembangkan berbagai kegiatan yang mendorong kemandirian ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari Penguatan Keluarga Menuju Pemberdayaan Masyarakat

Peluncuran Sekolah Keluarga Indonesia menjadi langkah awal yang patut diapresiasi. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pendidikan keluarga semakin besar.

SKI dirancang sebagai ruang belajar yang inklusif. Masyarakat memperoleh materi mengenai parenting, komunikasi dalam keluarga, penguatan nilai-nilai moral, serta edukasi keuangan rumah tangga. Di saat yang sama, kegiatan keagamaan seperti pengajian dan pembelajaran Al-Qur’an tetap menjadi bagian penting dalam membangun karakter keluarga.

Yang menarik, setiap SKI diberikan keleluasaan untuk mengembangkan program sesuai dengan kebutuhan wilayahnya. Pendekatan ini membuat kegiatan yang dijalankan lebih kontekstual dan mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat setempat.

Sebagai seseorang yang memiliki pengalaman di dunia usaha, saya melihat bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif apabila dimulai dari potensi yang sudah dimiliki lingkungan sekitar. Program yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat umumnya memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih tinggi dibandingkan program yang bersifat seragam.

Menggerakkan Ekonomi dari Lingkungan Terdekat

Salah satu contoh menarik hadir di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang. Di wilayah ini, SKI mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pemanfaatan lahan kosong untuk kegiatan produktif.

Pengelolaan sampah tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan kebersihan, tetapi juga sebagai peluang membangun ekonomi sirkular. Melalui edukasi pemilahan sampah, bank sampah, dan kegiatan daur ulang, masyarakat didorong untuk menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Di sisi lain, pemanfaatan lahan kosong untuk pertanian perkotaan menjadi langkah sederhana namun berdampak nyata. Pekarangan rumah maupun lahan yang belum produktif dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran, tanaman pangan, atau budidaya skala rumah tangga. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kegiatan ini juga berpotensi mengurangi pengeluaran rumah tangga bahkan menambah pendapatan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Pendekatan seperti ini sejalan dengan arah pembangunan yang menekankan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kolaborasi untuk Masa Depan Kota Tasikmalaya

Keberhasilan program pemberdayaan tidak ditentukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat agar berbagai program yang baik dapat berkembang lebih luas.

Sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya, saya memandang Sekolah Keluarga Indonesia sebagai salah satu ikhtiar yang layak didukung karena menggabungkan pendidikan keluarga, penguatan karakter, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu gerakan yang utuh.

Harapannya, semakin banyak keluarga yang memperoleh manfaat dari program ini, sehingga lahir masyarakat yang semakin mandiri, produktif, dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai perubahan zaman. Ketika keluarga semakin kuat, ekonomi lokal tumbuh, dan kepedulian sosial meningkat, maka Kota Tasikmalaya akan memiliki fondasi pembangunan yang semakin kokoh untuk menyongsong masa depan. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.