Komisi II DPRD Bahas Optimalisasi PAD Bersama BJB, Ishak Parid Dorong Penguatan Tata Kelola dan Ekonomi Produktif

by -1276 Views
Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya melakukan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Utama (KCU) Bank BJB Kota Tasikmalaya pada Kamis (30/7/2026). Foto: Humas DPRD Kota Tasikmalaya.

Tasikmalaya, FPKS – Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya melakukan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Utama (KCU) Bank BJB Kota Tasikmalaya pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda pembahasan mengenai optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penguatan fiskal daerah, serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Ishak Parid, S.Pd.I., menjelaskan bahwa Bank BJB merupakan salah satu mitra strategis Komisi II dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. 

Selain mempererat silaturahmi kelembagaan, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Kota Tasikmalaya, termasuk perkembangan inflasi dan kondisi fiskal daerah.

“Kami ingin mendapatkan berbagai masukan dari Bank BJB sebagai lembaga keuangan yang memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap dinamika ekonomi daerah. Pandangan tersebut menjadi salah satu referensi dalam memperkuat kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan ekonomi dan pendapatan daerah,” ujar Ishak.

Tata Kelola PAD Perlu Terus Ditingkatkan

Dalam diskusi tersebut, salah satu perhatian yang mengemuka adalah perlunya optimalisasi tata kelola sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah. Menurut Ishak, potensi ekonomi Kota Tasikmalaya cukup besar dan perlu didukung oleh sistem pengelolaan yang semakin efektif.

Ia mencontohkan sektor pajak dan retribusi daerah yang perlu terus dievaluasi agar mampu mengikuti perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, pengelolaan perparkiran juga dinilai memiliki peluang untuk memberikan kontribusi yang lebih besar apabila didukung tata kelola yang baik dan pemanfaatan teknologi digital.

“Kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan parkir merupakan langkah yang baik. Namun, tata kelolanya perlu terus disempurnakan, termasuk melalui digitalisasi, sehingga potensi pendapatan dapat dikelola secara lebih optimal, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Menurut Ishak, posisi Kota Tasikmalaya sebagai kota persinggahan dengan aktivitas perdagangan dan jumlah pelaku UMKM yang terus berkembang merupakan modal penting untuk meningkatkan penerimaan daerah apabila dikelola secara maksimal.

Membangun Karakter Produktif dan Kolaborasi Ekonomi

Selain membahas aspek fiskal, Ishak Parid menekankan pentingnya pembangunan karakter masyarakat sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. Ia berharap masyarakat semakin terdorong mengembangkan budaya produktif sehingga berbagai potensi ekonomi lokal dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Selain memperkuat tata kelola, kita juga perlu membangun budaya produktif di tengah masyarakat. Potensi Kota Tasikmalaya akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila didukung oleh masyarakat yang kreatif, produktif, dan memiliki semangat berwirausaha,” katanya.

Ishak juga berharap Bank BJB bersama lembaga keuangan lainnya dapat terus memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan daerah, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui dukungan terhadap pengembangan UMKM, literasi keuangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.