TASIKMALAYA, FPKS — Suasana meriah terlihat di SDN 2 Kersanagara, Kelurahan Kersanagara, Kota Tasikmalaya, Sabtu (8/8/2026). Para siswa bersama orang tua mengikuti kegiatan Lumpat Bungah atau lari gembira yang memadukan aktivitas olahraga dengan seni, budaya, kepedulian lingkungan, dan kegiatan kebersamaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kecamatan Cibeureum, Kelurahan Kersanagara, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Lari Gembira dan Beragam Aktivitas
Kegiatan lari gembira dibagi berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas 1 hingga 3 mengikuti rute sekitar 1,5 kilometer, sedangkan siswa kelas 4 hingga 6 menempuh jarak sekitar 3 kilometer.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Selain lari gembira, Lumpat Bungah juga diisi dengan berbagai kegiatan lain, seperti pertunjukan seni budaya, senam bersama, kegiatan memungut sampah, serta bazar yang melibatkan para orang tua murid.
Rangkaian kegiatan tersebut membuat acara tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang kebersamaan, kreativitas, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Layak Menjadi Agenda Rutin
Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, SH, menyambut baik inisiatif pihak sekolah dalam menyelenggarakan Lumpat Bungah.
Menurut Elan, kegiatan semacam ini memiliki sejumlah sisi positif karena menggabungkan beberapa unsur pendidikan dalam satu kegiatan yang menyenangkan bagi siswa.
“Ini kegiatan yang positif karena anak-anak tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga dikenalkan dengan seni dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat kebersamaan,” ujar Elan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan diselenggarakan secara rutin oleh sekolah.
“Kalau bisa, kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin sekolah dan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk membuat kegiatan yang sehat, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak,” katanya.
Libatkan Siswa dan Orang Tua
Keterlibatan orang tua murid juga menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan tersebut. Selain hadir memberikan dukungan kepada anak-anak, para orang tua turut berpartisipasi melalui bazar yang diselenggarakan dalam rangkaian acara.
Elan menilai keterlibatan sekolah, siswa, orang tua, dan berbagai unsur masyarakat dapat memperkuat suasana kebersamaan dalam lingkungan pendidikan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan kreativitas yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing sekolah.
Dengan memadukan olahraga, seni, budaya, kepedulian lingkungan, serta partisipasi orang tua, Lumpat Bungah diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kegiatan pendidikan yang mendorong anak-anak tumbuh sehat, aktif, peduli, sekaligus menikmati proses belajar dalam suasana yang menyenangkan. (im)







