Reses Heri Ahmadi Ajak Warga Menguatkan Semangat Melayani dan Meneladani Rasulullah ﷺ

by -1717 Views
Reses bertepatan dengan momentum Rabiul Awal, wakil Ketua DPRD Heri Ahmadi mengajak untuk menjaga semangat dalam berkhidmat kepada masyarakat, Rabu 19 Agustus 2026. (Foto: Nurdin Koswara)

TASIKMALAYA, FPKS — Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Heri Ahmadi, S.PdI, menggelar kegiatan reses bersama masyarakat di kediamannya di kawasan Bojong Limus, Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 warga dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, ibu-ibu hingga bapak-bapak.

Turut hadir Ketua DPC PKS Mangkubumi, Budi Mulyana. Selain menjadi momentum silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan tersebut diisi dengan tausyiah Heri Ahmadi mengenai pentingnya menjaga semangat melayani dan berbuat kebaikan di tengah masyarakat.

Jangan Lelah Melayani dan Berbuat Kebaikan

Dalam tausyiahnya, Heri mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat berbuat baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Menurutnya, menjadi bagian dari masyarakat berarti memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kehidupan yang lebih baik.

Ia mengingatkan agar seseorang tidak mudah merasa lelah ketika menjalankan kebaikan dan melayani masyarakat. Semangat tersebut perlu terus dirawat karena pelayanan kepada masyarakat bukan hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga merupakan bagian dari amal kebaikan.

“Jangan merasa lelah untuk melayani dan berbuat kebaikan kepada masyarakat,” pesan Heri kepada warga yang hadir.

Memasuki momentum Rabiul Awal, Heri juga mengajak masyarakat meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT dengan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan mempelajari sirah Nabawiyah. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ perlu diwujudkan dalam keteladanan, termasuk dalam hal kepedulian dan tanggung jawab terhadap umat.

Tangisan Rasulullah ﷺ Menggambarkan Besarnya Tanggung Jawab terhadap Umat

Untuk menggambarkan besarnya tanggung jawab seorang pemimpin dan pelayan umat, Heri mengisahkan peristiwa ketika Rasulullah ﷺ meminta Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu membacakan Al-Qur’an kepada beliau.

Ibnu Mas’ud sempat merasa heran karena Al-Qur’an justru diturunkan kepada Rasulullah ﷺ. Namun, Rasulullah ﷺ menjawab bahwa beliau senang mendengarkan Al-Qur’an dari orang lain.

Ibnu Mas’ud kemudian membaca Surat An-Nisa hingga sampai pada ayat ke-41. Ayat tersebut menggambarkan keadaan pada hari kiamat, ketika setiap umat akan didatangkan seorang saksi dan Rasulullah ﷺ akan menjadi saksi atas umatnya.

Saat mendengar ayat tersebut dibacakan, Rasulullah ﷺ meminta Ibnu Mas’ud menghentikan bacaannya. Ibnu Mas’ud kemudian melihat kedua mata Rasulullah ﷺ meneteskan air mata.

Peristiwa tersebut diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Menurut Heri, kisah ini memberikan pelajaran penting tentang besarnya rasa tanggung jawab Rasulullah ﷺ terhadap umatnya.

Melayani Masyarakat dengan Kepedulian

Heri menilai, tangisan Rasulullah ﷺ ketika mendengar ayat tentang kesaksian beliau terhadap umat menunjukkan kedalaman kepedulian dan tanggung jawab seorang Rasul kepada umatnya.

Karena itu, semangat melayani masyarakat, menurut Heri, harus dibangun dari rasa peduli dan kesadaran bahwa setiap amanah akan dipertanggungjawabkan.

“Kalau kita belajar dari Rasulullah ﷺ, melayani masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas. Di dalamnya ada kepedulian, tanggung jawab dan keinginan agar masyarakat mendapatkan kebaikan,” ujarnya.

Ia berharap momentum reses tidak hanya menjadi ruang untuk bersilaturahmi dan menyerap aspirasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial serta semangat bersama untuk terus berbuat baik bagi masyarakat. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.