Elan Jaelani Sambut Usulan KAMMI untuk Pengaktifan KA Lokal

by -659 Views
Audiensi Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya bersama KAMMI Daerah Tasikmalaya mengenai pembahasan dan rekomendasi integritas transportasi kereta api lokal, Senin (14/9/2026), di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, FPKS — Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., mendorong pengaktifan kembali layanan kereta api lokal yang menghubungkan Tasikmalaya dengan Bandung sebagai salah satu alternatif transportasi publik yang terjangkau dan efisien bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya bersama KAMMI Daerah Tasikmalaya mengenai pembahasan dan rekomendasi integritas transportasi kereta api lokal, Senin (14/9/2026), di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Tasikmalaya.

Dorong Rute Lokal yang Terintegrasi

Elan mengatakan, gagasan KA lokal tersebut dapat dikembangkan dengan melayani sejumlah stasiun di wilayah Priangan Timur. Selain Stasiun Tasikmalaya, rute dapat mempertimbangkan pemberhentian di Indihiang, Ciawi, Cipeundeuy, hingga terhubung ke wilayah Ciamis dan Banjar.

Menurutnya, keberadaan layanan tersebut akan memberikan pilihan transportasi umum dengan tarif yang lebih terjangkau sekaligus membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi maupun transportasi jalan raya.

“Kereta api lokal bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat transportasi publik kita. Masyarakat membutuhkan pilihan perjalanan yang efisien, terjangkau, dan terintegrasi,” ujar Elan.

Usulan tersebut juga mendapat apresiasi dari sejumlah pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas PUTR, dan PT KAI. Dari sisi teknis, jalur rel yang ada dinilai masih memungkinkan untuk dimanfaatkan, sementara sarana kereta dan pengaturan jadwal dapat diupayakan, termasuk pada jam-jam sibuk pagi dan sore.

Perlu Sinergi Pemerintah Daerah

Elan menilai pengaktifan KA lokal membutuhkan komitmen bersama pemerintah daerah di kawasan Priangan Timur. Karena itu, diperlukan komunikasi dan kerja sama antardaerah, termasuk kepala daerah Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Garut.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya sebagai salah satu pusat ekonomi Priangan Timur memiliki mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Keterbatasan pilihan transportasi publik yang terintegrasi perlu dijawab dengan kebijakan yang lebih konkret.

“Ini bukan hanya kepentingan satu daerah. Mobilitas masyarakat di Priangan Timur saling terhubung. Karena itu, sinergi antardaerah menjadi bagian penting untuk mendorong realisasi layanan kereta api lokal,” katanya.

Didorong Jadi Transportasi Terjangkau

Selain mengurangi beban jalan dan kemacetan, KA lokal juga dinilai dapat membantu efisiensi waktu dan biaya perjalanan masyarakat menuju Bandung. Moda transportasi berbasis rel juga berpotensi mendukung mobilitas komoditas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Elan menambahkan, aspek tarif perlu menjadi perhatian. Pemerintah daerah bersama PT KAI dapat membahas kemungkinan skema subsidi atau Public Service Obligation (PSO) agar layanan tetap terjangkau dan berkeadilan.

“Dalam hal ini, hal yang terpenting, kita membangun sistem transportasi publik yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tentu seluruh aspek teknis, regulasi, dan pembiayaan harus dikaji secara matang sebelum diterapkan,” pungkasnya. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.