Terima IPM Muhammadiyah, Heri Ahmadi Apresiasi Kepedulian Pelajar atas Masalah Pendidikan

by -1343 Views
Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Heri Ahmadi, S.Pd.I., menerima kunjungan Pengurus Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Tasikmalaya, Senin (14/9/2026). Foto: Nurdin Koswara.

TASIKMALAYA, FPKS — Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Heri Ahmadi, S.Pd.I., menerima kunjungan Pengurus Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Tasikmalaya, Senin (14/9/2026). Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya.

Dalam kunjungan tersebut, tiga pengurus PD IPM, yakni M. Daffi Munawir, M. Ilham Azhar, dan Afgan Al Gifari, menyampaikan kepedulian mereka terhadap persoalan pendidikan, khususnya keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Tasikmalaya.

Heri mengapresiasi langkah para pelajar yang datang langsung ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi dan perhatian terhadap persoalan di masyarakat.

Pelajar Perlu Didorong Aktif Membaca Persoalan Kota

Menurut Heri, kepedulian generasi muda terhadap persoalan pendidikan merupakan hal positif. Organisasi pelajar tidak hanya menjadi ruang pembinaan bagi anggotanya, tetapi juga dapat menjadi bagian dari masyarakat yang ikut membaca dan mengidentifikasi persoalan sosial di lingkungannya.

Salah satu yang menjadi perhatian IPM adalah jumlah ATS di Kota Tasikmalaya. Dalam diskusi, muncul perbedaan angka dari sejumlah sumber. Data Dinas Pendidikan disebut sekitar 4.000 anak, sementara pemberitaan media menyebut sekitar 8.000. Adapun pendataan yang dilakukan IPM memperkirakan jumlahnya lebih dari 12.000 anak.

Heri menilai perbedaan tersebut perlu disikapi secara hati-hati. Data ATS perlu diverifikasi dan dibandingkan dengan sumber resmi pemerintah agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap dan akurat.

“Kalau untuk data, jangan hanya menggunakan satu sumber. Coba dibandingkan dan disandingkan dengan data pemerintah, termasuk data dari Bapelitbangda,” ujar Heri.

Penanganan ATS Membutuhkan Kolaborasi

Heri juga menjelaskan bahwa persoalan ATS tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan faktor ekonomi. Anak dari keluarga miskin tidak selalu menjadi anak yang tidak sekolah. Karena itu, penyebab ATS perlu dipetakan secara lebih komprehensif agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.

Ia menilai keberadaan program Sekolah Rakyat juga dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menangani persoalan pendidikan dan kemiskinan. Di Kota Tasikmalaya telah ada Sekolah Rakyat dengan jenjang SD dan SMP yang menyasar keluarga miskin ekstrem.

Dalam pertemuan tersebut, IPM juga meminta difasilitasi untuk berdiskusi dengan dinas terkait. Heri menyambut baik keinginan tersebut dan membuka ruang dialog lebih lanjut.

Selain menyampaikan aspirasi, PD IPM Kota Tasikmalaya turut mengundang Heri Ahmadi untuk menjadi narasumber dalam kegiatan yang akan mereka gelar. Bagi Heri, ruang dialog semacam ini penting untuk mempertemukan kepedulian generasi muda dengan data, kebijakan, dan langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pendidikan. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.