TASIKMALAYA, FPKS — Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, resmi diluncurkan pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampung Legok Nangka, RT 004/RW 006, tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui pembinaan di bidang ekonomi, kesehatan, dan kehidupan sosial.
Launching SKI dihadiri jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta peserta kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan registrasi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKS.
Sambutan disampaikan Ketua BIPEKA DPC, Teh Nine, serta anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Yadi Mulyadi, S.H. Prosesi peluncuran kemudian ditandai dengan pemaparan selayang pandang mengenai SKI dan peresmian yang dipimpin Ketua BIPEKA DPD, Hj. Irma S. Handayani.
SKI Menjadi Ruang Pembinaan Keluarga
Dalam peluncuran tersebut, Hj. Irma S. Handayani memimpin langsung prosesi peresmian SKI Bungursari. Kehadiran SKI diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga dan masyarakat di tingkat lingkungan.
Program SKI dikembangkan dengan pendekatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga. Karena itu, kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang diskusi dan interaksi agar peserta dapat memahami serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan launching juga diisi materi utama yang disampaikan dr. Fitriani Mardiana H., M.KM, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab bersama peserta. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa SKI diarahkan sebagai wadah pembelajaran yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Yadi Mulyadi Dorong Pemberdayaan Ekonomi dari Rumah
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Yadi Mulyadi, menekankan pentingnya penguatan ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, pemberdayaan dapat dimulai dari pemanfaatan berbagai potensi yang tersedia di lingkungan rumah.
Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pertanian sederhana, peternakan skala rumah tangga seperti budidaya ayam, maupun kegiatan produktif lainnya dinilai dapat membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.
“Pelatihan-pelatihan ini penting agar masyarakat memiliki keterampilan dalam memanfaatkan potensi di sekitar rumah. Misalnya, jika kebutuhan rumah tangga mencapai Rp1 juta, dengan adanya aktivitas pertanian atau peternakan rumahan, angka pengeluaran tersebut dapat ditekan,” ujar Yadi.
Menurutnya, penguatan keluarga juga perlu berjalan bersama dengan perhatian terhadap kesehatan, termasuk upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Yadi berharap SKI Bungursari dapat berkembang menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ditutup pembagian doorprize dan diakhir dengan menyanyikan Hymne PKS. (im)






