Yadi Mulyadi Dorong Kolaborasi dan “Kapitalisasi Sampah” dalam Diskusi Lingkungan di Rumah Eco-Enzym

by -1270 Views
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, H. Yadi Mulyadi, SH bersama komunitas pecinta lingkungan dalam koordinasi Rumah Eco-Enzym pimpinan Deviani, Senin (20/4).

Tasikmalaya, FPKS – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, SH, menghadiri kegiatan diskusi bersama komunitas pecinta lingkungan yang digelar di Rumah Eco-Enzym dan Kompos, Jalan Kapten Naseh, Kota Tasikmalaya. 

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Deviani selaku ketua komunitas, dan diikuti 10 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa lintas jurusan.

Peserta yang hadir berasal dari sejumlah komunitas, diantaranya Jabar Bergerak Zillenials, yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah. Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai gagasan dan pengalaman yang dibagikan oleh para peserta terkait upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Yadi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi komunitas dalam menggerakkan kegiatan lingkungan. 

Menurutnya, peran komunitas sangat penting dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

“Keberhasilan dalam mengatasi persoalan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, baik melalui political will dari pemerintah kota maupun partisipasi aktif masyarakat seperti yang dilakukan komunitas ini,” ujarnya.

Ubah Mindset: Sampah Jadi “Emas Hijau”

Lebih lanjut, Yadi menekankan pentingnya langkah strategis ke depan yang perlu dipikirkan oleh komunitas, yakni terkait konsep “kapitalisasi” sampah. Ia mendorong agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada aspek pengurangan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi hal mendasar. Sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak berguna, melainkan sebagai “emas hijau” yang memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.

“Bagaimana sampah ini diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat, baik untuk lingkungan maupun memiliki nilai ekonomis. Ini yang harus mulai dibangun,” jelasnya.

Yadi melihat potensi besar dari pengolahan sampah, terutama untuk mendukung sektor pertanian seperti pupuk, kompos, dan media tanam, serta sektor peternakan melalui pemanfaatan sebagai pakan ternak. 

Ia berharap, pendekatan ini dapat membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi solusi berkelanjutan bagi persoalan sampah di Kota Tasikmalaya.

Edukasi Lingkungan Masih Jadi Tantangan

Sementara itu, Deviani selaku Ketua Rumah Eco-Enzym dan Kompos menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Yadi Mulyadi terhadap gerakan komunitas lingkungan.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan legislatif, dapat mempercepat upaya penanganan persoalan lingkungan secara lebih luas dan masif di tengah masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas atensi yang diberikan. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk terus bergerak dan mengembangkan program-program lingkungan,” ungkapnya.

Namun demikian, Deviani juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah persoalan edukasi masyarakat. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah masih perlu terus ditingkatkan.

“Bukan hanya soal mengurangi sampah, tetapi bagaimana masyarakat bisa memahami dan memanfaatkan sampah itu sendiri. Disinilah pentingnya edukasi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai ekonomi di Kota Tasikmalaya. (im)

banner 700x160

About Author: Tim Media

Avatar photo
Mengelola publikasi dan informasi kegiatan fraksi secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.