Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kota Tasikmalaya menjadi momentum refleksi terhadap arah pembangunan bangsa.
TASIKMALAYA, FPKS — Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kota Tasikmalaya, Rabu (20/5) pukul 08.00 WIB di Lapangan Upacara Bale Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, SPdI, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara, unsur Forkopimda, ASN, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Digitalisasi dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang besar, terutama bagi generasi muda.
Digitalisasi dan Tantangan Generasi Muda
Rd. Diky Candra menyampaikan bahwa kemajuan teknologi harus direspons dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu beradaptasi dan bersaing di era digital.
Transformasi digital, kata dia, bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut kesiapan pendidikan, budaya kerja, dan pola pikir masyarakat.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini pun diharapkan menjadi pengingat pentingnya semangat persatuan dan kemajuan bangsa di tengah perubahan global yang terus berkembang.
Peringatan Harus Jadi Bahan Introspeksi
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, menilai setiap peringatan nasional seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi bahan evaluasi dan introspeksi terhadap perjalanan bangsa.
“Setiap peringatan harus menjadi bahan evaluasi. Sudah sejauh mana bangsa ini berjalan menuju tujuan yang dicita-citakan,” ujar Heri.
Ia menegaskan bahwa tujuan besar bangsa Indonesia adalah menghadirkan keadilan dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Karena itu, Heri menilai keberanian untuk mengevaluasi berbagai persoalan sosial menjadi hal penting agar pembangunan tidak kehilangan arah.
Pendidikan Jadi Kunci Memutus Siklus Kemiskinan
Dalam kesempatan tersebut, Heri Ahmadi juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan yang terjangkau dan berkualitas merupakan kewajiban negara sekaligus kunci pembangunan jangka panjang.
Ia menjelaskan adanya hubungan erat antara pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan. Rendahnya akses pendidikan, kata dia, sering kali berdampak pada rendahnya kualitas kesehatan dan berujung pada lingkaran kemiskinan yang sulit diputus.
“Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk memutus siklus kemiskinan. Karena itu negara harus hadir memastikan pendidikan bisa diakses seluruh masyarakat,” katanya.Heri berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai dorongan untuk memperkuat komitmen membangun masyarakat yang lebih adil, sehat, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. (im)








