Terima Mahasiswa Unsil, Yadi Mulyadi Diskusikan Program Makan Bergizi Gratis

by -1408 Views
Ketua Fraksi PKS Kota Tasikmalaya, H. Yadi Mulyadi, SH menerima mahasiswa Universitas Tasikmalaya, Jumat (22/5).

Kunjungan mahasiswa Unsil menjadi ruang diskusi akademik terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah dijalankan pemerintah pusat.

Tasikmalaya, FKS — Sekretariat Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya menerima kunjungan dua mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Universitas Siliwangi (Unsil), Jumat (22/5/2026).

Kedua mahasiswa tersebut, Eliza Rahmawati dan Alif Izzatul Ardi, datang dalam rangka penyusunan tugas akhir yang membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam suasana santai namun penuh antusiasme, keduanya berdiskusi dan melakukan tanya jawab bersama Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Yadi Mulyadi, S.H.

Berbagai hal dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari tujuan program MBG, dampaknya terhadap masyarakat, hingga tantangan pelaksanaannya di daerah.

Program MBG Dinilai Punya Tujuan Positif

Pada kesempatan itu, Yadi Mulyadi menyampaikan pandangannya terkait program MBG yang dicanangkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik, terutama dalam upaya mengatasi persoalan gizi masyarakat dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.

“Program Makan Bergizi Gratis ini memiliki tujuan positif, terutama dalam membantu menuntaskan persoalan gizi masyarakat,” ujar Yadi.

Selain aspek pemenuhan gizi, ia juga menilai program tersebut berpotensi memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan dan distribusi program dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih merata jika dikelola dengan baik.

“Kalau pelaksanaannya berjalan baik, program ini juga bisa membantu menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Perlu Dikawal dan Diawasi Bersama

Meski demikian, Yadi mengingatkan bahwa program sebesar MBG tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi bersama agar tepat sasaran.

Ia menilai kritik dan koreksi tetap diperlukan apabila ditemukan kekeliruan atau penyalahgunaan dalam pelaksanaannya.

“Program yang baik harus dikawal bersama. Kalau ada kekurangan atau penyalahgunaan oleh oknum, tentu harus diperbaiki,” katanya.

Yadi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya pada prinsipnya mendukung pelaksanaan program MBG di daerah.

Saat ini, kata dia, terdapat lebih dari 100 SPPG yang mendukung pelaksanaan program tersebut di Kota Tasikmalaya.

Ia berharap keberadaan program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok yang membutuhkan perhatian gizi lebih baik.

DPRD Terbuka untuk Diskusi Akademik

Selain membahas program MBG, Yadi juga mengapresiasi semangat mahasiswa dalam melakukan kajian akademik terhadap kebijakan publik.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa ke DPRD merupakan bagian penting dari proses pembelajaran sekaligus bentuk kepedulian generasi muda terhadap isu-isu sosial dan pemerintahan.

“Kami selalu terbuka terhadap mahasiswa yang ingin berdiskusi atau mencari informasi. Ini bagian dari pelayanan dan edukasi publik,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan lembaga legislatif sehingga lahir masukan-masukan konstruktif bagi pembangunan daerah.

Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Diskusi diakhiri dengan harapan agar mahasiswa terus kritis, aktif, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.