Dorong Edukasi Lingkungan Masuk Sekolah, Yadi Mulyadi Gandeng Rumah Eco-Enzym Tasikmalaya

by -1273 Views
Yadi Mulyadi saat berdiskusi bersama komunitas Rumah Eco-Enzym pimpinan Deviani.

Kunjungan ke Rumah Eco-Enzym membahas kolaborasi edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga pembuatan biopori di lingkungan masyarakat dan sekolah.

TASIKMALAYA, FPKS — Persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius di Kota Tasikmalaya. Karena itu, diperlukan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga komunitas dan dunia pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, SH, saat melakukan kunjungan ke Rumah Eco-Enzym di Jalan Kapten Naseh, Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda lingkungan, mulai dari rencana penanaman pohon di wilayah Kota Tasikmalaya, pembuatan biopori di pemukiman warga, hingga pengelolaan sampah berbasis edukasi masyarakat.

Masalah Sampah Tidak Bisa Diselesaikan di Hilir

Yadi Mulyadi menilai persoalan lingkungan, khususnya sampah, merupakan isu yang selalu mendesak dan menjadi persoalan hampir di setiap kota, termasuk Tasikmalaya.

Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup dilakukan hanya di bagian akhir atau hilir, seperti pengangkutan dan pembuangan. Lebih dari itu, diperlukan perubahan pola pikir dan budaya masyarakat agar memiliki kesadaran lingkungan sejak dini.

“Masalah lingkungan dan sampah ini tidak bisa hanya diselesaikan di hilir. Yang lebih penting adalah membangun mindset dan budaya sadar lingkungan di masyarakat,” ujar Yadi.

Ia menambahkan, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran tersebut. Karena itu, dirinya mendorong agar komunitas-komunitas peduli lingkungan dapat terlibat langsung dalam dunia pendidikan melalui pelatihan, edukasi, dan pendampingan.

Dorong Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, Yadi menyatakan dukungannya terhadap Rumah Eco-Enzym agar dapat memperluas kegiatan edukasi lingkungan ke sekolah-sekolah.

Menurutnya, keterlibatan komunitas lingkungan di dunia pendidikan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ia berharap kolaborasi tersebut nantinya mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi persoalan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Kolaborasi seperti ini penting agar edukasi lingkungan tidak hanya menjadi teori, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Siapkan Produk Edukasi Lingkungan

Sementara itu, pendiri sekaligus pengelola Rumah Eco-Enzym, Deviani, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Yadi Mulyadi terhadap gerakan edukasi lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah dan lingkungan tidak bisa ditangani secara sektoral atau hanya dibebankan kepada satu pihak saja.

“Penanganan masalah lingkungan harus dilakukan bersama-sama. Legislator, pemerintah kota, komunitas, dan masyarakat semuanya memiliki peran sesuai kapasitas masing-masing,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Yadi Mulyadi dan Deviani juga sepakat untuk mematangkan konsep produk edukasi lingkungan yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan pendidikan di Kota Tasikmalaya.Kolaborasi itu diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar lingkungan yang lebih kuat di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.