Dari Keluarga, Kita Bangun Bangsa

by -1534 Views
Ishak Parid, SPdI di acara Launching SKI Kec Cipedes Kota Tasikmalaya, Sabtu (4/7).

Oleh: H. Ishak Parid, S.Pd.I.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PKS

Peluncuran Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) di Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu (4/7/2026) bukan sekadar agenda seremonial. Program ini merupakan ikhtiar nyata untuk menjawab tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini. 

Ketika berbagai persoalan sosial semakin kompleks, penguatan keluarga harus ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan manusia.

Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Kota Tasikmalaya Ir. Irma S. Handayani, Ketua DPC PKS Cipedes Yadi Nuryadi, para peserta Sekolah Keluarga Indonesia, serta berbagai elemen masyarakat. 

Program ini merupakan pembinaan berjenjang yang dikembangkan PKS mulai dari tingkat DPP, DPW, hingga DPD sebagai wadah pembelajaran bagi keluarga agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan berdaya.

Ketahanan Keluarga Menjawab Tantangan Zaman

Mengapa keluarga menjadi begitu penting? Karena berbagai indikator pembangunan menunjukkan bahwa kualitas keluarga sangat menentukan kualitas masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa angka perceraian di Indonesia masih berada pada kisaran ratusan ribu perkara setiap tahun. Sebagian besar dipicu oleh konflik rumah tangga, persoalan ekonomi, dan menurunnya keharmonisan pasangan. 

Pada saat yang sama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga terus melaporkan tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sebagian besar justru terjadi di lingkungan keluarga.

Di sisi lain, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menempatkan pembangunan keluarga sebagai salah satu strategi utama dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. 

Hal ini menunjukkan bahwa keluarga bukan hanya urusan privat, melainkan bagian dari agenda pembangunan nasional.

Saya meyakini, keluarga merupakan unit terkecil yang menjadi fondasi masyarakat. Jika keluarga mampu menjalankan fungsi pendidikan, perlindungan, kasih sayang, dan pembinaan karakter dengan baik, maka masyarakat akan tumbuh lebih kuat, produktif, dan berdaya saing. 

Sebaliknya, ketika keluarga kehilangan ketahanannya, berbagai persoalan sosial akan lebih mudah muncul di tengah masyarakat.

Sekolah Keluarga adalah Investasi Jangka Panjang

Atas dasar itulah Sekolah Keluarga Indonesia hadir. Program ini tidak dimaksudkan sekadar memberikan materi kepada peserta, tetapi membangun kesadaran bahwa keluarga adalah amanah yang harus dipersiapkan dan terus dibina.

Ketahanan keluarga tidak cukup diukur dari harmonisnya hubungan suami istri. Ketahanan keluarga juga mencakup kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, menjaga kesehatan fisik dan mental, membangun komunikasi yang sehat, mengelola ekonomi rumah tangga, serta mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Melalui Sekolah Keluarga Indonesia, individu maupun pasangan suami istri memperoleh ruang belajar untuk memperkuat seluruh aspek tersebut. Pembinaan dilakukan secara bertahap sehingga keluarga memiliki bekal menghadapi tantangan zaman, mulai dari derasnya arus informasi digital, tekanan ekonomi, hingga perubahan pola pergaulan generasi muda.

Saya percaya, keluarga yang kuat akan melahirkan anak-anak yang memiliki karakter, disiplin, kepedulian sosial, dan kecintaan kepada bangsa. Sebaliknya, membangun sekolah yang baik atau memperbanyak infrastruktur tidak akan memberikan hasil optimal apabila fondasi pendidikan pertama di rumah tidak berjalan dengan baik.

Penguatan Keluarga sebagai Gerakan Bersama

Penguatan keluarga tentu tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, PKK, majelis taklim, hingga komunitas masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun ekosistem keluarga yang sehat.

Saya berharap, semangat yang dibawa Sekolah Keluarga Indonesia dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penguatan ekonomi keluarga.

Keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari bertambahnya jalan, gedung, atau investasi. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika lahir keluarga-keluarga yang harmonis, mandiri, sehat, dan mampu mendidik generasi yang berakhlak mulia serta memiliki daya saing.

Masa depan Kota Tasikmalaya—bahkan masa depan Indonesia—tidak hanya ditentukan oleh ruang-ruang rapat atau gedung-gedung pemerintahan. Masa depan itu dibentuk setiap hari di ruang-ruang keluarga. Karena itu, memperkuat keluarga sesungguhnya adalah memperkuat masyarakat, dan memperkuat masyarakat berarti sedang membangun bangsa. Itulah sebabnya pembinaan keluarga harus menjadi gerakan bersama yang terus diperluas, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.