Hari Santri, Momentum Pesantren Memperluas Manfaat

by -1450 Views
Heri Ahmadi bersama pengelola Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Rabu (30/9). Foto: Aghni/Humas DPRD Kota Tasikmalaya.

Oleh: Heri Ahmadi, S.Pd.I.
Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS

Hari Santri Nasional selalu memiliki tempat istimewa bagi Kota Tasikmalaya. Sebagai kota yang memiliki tradisi pendidikan Islam dan kehidupan pesantren yang kuat, Hari Santri bukan sekadar momentum seremonial. Ia adalah kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana pesantren dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesantren sejak dahulu memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kekuatan tersebut terus dikembangkan agar mampu menjawab perubahan zaman.

Hari ini, generasi muda berhadapan dengan dunia yang berbeda. Teknologi digital berkembang sangat cepat. Pola belajar berubah. Cara orang bekerja dan berusaha juga mengalami transformasi. Karena itu, santri tidak cukup hanya memiliki bekal ilmu keagamaan. Mereka juga perlu memiliki keterampilan yang membuatnya mampu beradaptasi dan mengambil peran dalam kehidupan modern.

Dari Santri untuk Kemandirian

Saya melihat apa yang dilakukan sejumlah pesantren di Kota Tasikmalaya dalam rangkaian Hari Santri tahun ini sebagai langkah yang positif. Kegiatan seperti pelatihan digital marketing dan digitalpreneur menunjukkan bahwa pesantren dapat menjadi ruang untuk membangun kemandirian generasi muda.

Kemampuan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif merupakan keterampilan penting. Anak-anak muda perlu didorong agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan peluang melalui teknologi.

Namun, bagi pesantren, keterampilan tersebut tentu tidak berdiri sendiri. Kemampuan berwirausaha perlu berjalan bersama nilai-nilai agama: kejujuran, amanah, kerja keras, tanggung jawab, dan keberkahan dalam mencari rezeki.

Di sinilah keunggulan pesantren. Pendidikan keterampilan dapat dipadukan dengan pembentukan karakter. Santri tidak hanya dipersiapkan agar mampu mencari penghidupan, tetapi juga memiliki orientasi untuk memberikan manfaat.

Pesantren dan Pemerintah Perlu Bersinergi

Potensi tersebut perlu mendapatkan ruang kolaborasi yang lebih luas. Pemerintah Kota tidak harus bekerja sendirian dalam membangun sumber daya manusia. Pesantren memiliki jaringan, pengalaman pendidikan, dan kedekatan yang kuat dengan masyarakat.

Sebaliknya, pemerintah memiliki program, sumber daya, serta kewenangan untuk memperluas dampak pembangunan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pesantren perlu terus diperkuat. Program pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, literasi digital, hingga pengembangan kewirausahaan dapat dikolaborasikan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat.

DPRD tentu memiliki peran untuk mendorong agar ruang kolaborasi tersebut semakin terbuka. Pembangunan tidak selalu harus dilakukan melalui program pemerintah secara langsung. Pemerintah juga dapat berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan berbagai kekuatan masyarakat.

Hari Santri sebagai Momentum Berkhidmat

Saya berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan selama bulan Oktober. Semangat tersebut harus diteruskan menjadi gerakan yang lebih panjang dalam membangun masyarakat.

Pesantren dapat terus memperkuat pendidikan keislaman sekaligus membuka ruang bagi pengembangan sains, teknologi, kewirausahaan, dan keterampilan kehidupan. Dengan demikian, pesantren tetap kokoh dengan identitasnya, tetapi tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Kita ingin melahirkan generasi yang memiliki ilmu sekaligus akhlak, memiliki keterampilan sekaligus integritas, serta memiliki kemampuan untuk mandiri sekaligus kepedulian kepada masyarakat.

Bagi Kota Tasikmalaya, inilah salah satu makna penting Hari Santri. Santri bukan hanya bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga bagian dari masa depan kota dan negara.

Maka, mari kita jadikan Hari Santri sebagai momentum untuk memperluas manfaat pesantren. Pemerintah, DPRD, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat dapat berjalan bersama membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Santri yang kuat ilmunya, baik akhlaknya, terampil menghadapi zaman, dan mandiri secara ekonomi adalah aset besar bagi masa depan Kota Tasikmalaya. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.