Tinjau Pelatihan Pemberdayaan, Elan Jaelani Dorong Peserta Serius Tingkatkan Keterampilan

by -1229 Views
Elan Jaelani, SH saat meninjau pelatihan kelas Tata Boga di Perum Kota Baru RW 17 Kelurahan Kotabaru.

TASIKMALAYA, FPKS — Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., meninjau pelaksanaan pelatihan program pemberdayaan masyarakat yang merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan setelah Elan menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 TNI.

Monitoring dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB dengan mengunjungi sejumlah lokasi pelatihan di wilayah daerah pemilihan (dapil) Elan. 

Anggota DPRD dari fraksi PKS ini meninjau 4 kelas yang mengikuti pelatihan dengan bidang keterampilan berbeda, di antaranya marketing online dan tata boga.

Dorong Peserta Serius Mengikuti Pelatihan

Dalam kunjungannya, Elan berdialog dengan peserta sekaligus melihat langsung proses pelatihan. Ia mendorong peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan tidak menjadikan pelatihan sekadar kegiatan seremonial.

“Kami berharap, pelatihan ini bukan sekedar seremonial. (Tetapi) betul-betul ilmunya terserap dan bisa diaplikasikan masing-masing peserta,” ujar Elan.

Menurutnya, pelatihan selama lima hari tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi peserta. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas sekaligus membuka peluang ekonomi, baik melalui pekerjaan maupun usaha mandiri.

Menjangkau Beragam Latar Belakang

Pelatihan dilaksanakan di beberapa titik. Salah satu pelatihan tata boga berlangsung di wilayah Kota Baru, tepatnya di sebuah madrasah di RW 17. Sementara pelatihan marketing online dilaksanakan di SMK Al-Ikhwan, Kelurahan Setianagara, yang memiliki fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK).

Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari lulusan SMA dan perguruan tinggi, masyarakat yang belum bekerja, hingga ibu rumah tangga. Program tersebut ditujukan bagi masyarakat minimal berusia 18 tahun dan lulusan SMA.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan sekitar 16 orang dalam setiap kelas. Peserta juga memperoleh sejumlah fasilitas pendukung, antara lain seragam, perlengkapan alat tulis kantor (ATK), serta bantuan transportasi selama lima hari yang ditransfer langsung ke rekening peserta.

Diharapkan Berlanjut Setelah Pelatihan

Elan menilai peningkatan keterampilan masyarakat perlu diikuti dengan pendampingan dan tindak lanjut. Karena itu, ia berharap program pemberdayaan tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

“Harapannya, ada lanjutan dari kementerian sehingga peserta bisa lebih berkembang lagi,” katanya.

“Keberhasilan program pemberdayaan pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi dari sejauh mana keterampilan tersebut mampu diterapkan dan memberikan dampak terhadap kemandirian ekonomi masyarakat,” tutur Elan mengakhiri pembicaraan. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.