Elan Jaelani Ajak Jadikan Hari Santri Momentum Memberdayakan Kota Tasikmalaya

by -1472 Views
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Stadion Wiradadaha, Kamis (22/10/2026). (Foto: Humas DPRD Kota Tasikmalaya)

TASIKMALAYA, FPKS – Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., mengajak masyarakat menjadikan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurutnya, identitas Tasikmalaya sebagai Kota Santri tidak cukup dibangun melalui banyaknya pesantren dan masjid, tetapi harus tercermin dalam akhlak masyarakat, integritas pemimpin, serta keadilan kebijakan.

Pesan tersebut disampaikan Elan dalam refleksinya pada peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026). Peringatan tingkat Kota Tasikmalaya digelar melalui apel besar dan kirab santri di Stadion Wiradadaha, yang diikuti perwakilan lebih dari 270 pesantren se-Kota Tasikmalaya serta peserta dari sejumlah sekolah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya.

Kota Santri Harus Lebih dari Sekadar Identitas

Elan menilai, Hari Santri merupakan kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana nilai-nilai keislaman telah menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.

“Menjadi Kota Santri bukan hanya tentang banyaknya pesantren, masjid, atau kegiatan pengajian. Lebih dari itu, nilai-nilai Islam harus hidup dalam akhlak masyarakat, kejujuran pemimpinnya, keadilan kebijakannya, dan kepedulian warganya,” ungkap Elan.

Menurutnya, identitas Kota Santri semestinya menjadi modal sosial untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Nilai agama perlu hadir dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga kepercayaan, menegakkan kejujuran, menghormati sesama, serta menjalankan tanggung jawab sosial.

Hari Santri juga perlu menjadi ruang muhasabah bersama agar kebanggaan terhadap identitas daerah diikuti dengan upaya nyata memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat, lanjut Elan.

Keteladanan dan Persatuan Menjadi Kunci

Anggota fraksi PKS ini menegaskan, santri membutuhkan keteladanan dari para pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, dan pemimpin pemerintahan. Pendidikan di pesantren tidak hanya bertujuan memperkuat pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter yang dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap pesantren terus berperan sebagai penguat persatuan umat dan mitra dalam mendorong program pembangunan yang membawa kemaslahatan bagi Kota Tasikmalaya.

“Kesadaran spiritual harus menghadirkan akhlak. Kesalehan tidak cukup diukur dari rajinnya beribadah, tetapi juga dari kejujuran dalam bekerja dan amanah dalam memegang jabatan,” tegasnya.

Menurut Elan, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dengan keteladanan, persatuan, dan pengamalan nilai-nilai Islam, identitas Kota Santri diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Tasikmalaya yang lebih maju, adil, dan peduli terhadap masyarakatnya. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.