Di Forum Economic Opinion Unsil, Elan Jaelani Paparkan Ekonomi Sirkular Inklusif

by -1265 Views
Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., menjadi pemateri dalam forum seminar Economic Opinion pada rangkaian Economic Festival (ECOFEST) Vol. 7 Tahun 2026 yang diselenggarakan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi (UNSIL), Sabtu (24/10/2026).

TASIKMALAYA, FPKS – Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular yang inklusif sebagai salah satu pendekatan dalam menangani persoalan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri dalam forum seminar Economic Opinion pada rangkaian Economic Festival (ECOFEST) Vol. 7 Tahun 2026 yang diselenggarakan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi (UNSIL), Sabtu (24/10/2026).

Dalam pemaparan yang dihadiri lebih dari 1500 peserta, Elan menjelaskan bahwa ekonomi sirkular tidak sekadar berbicara tentang pengurangan sampah dan daur ulang, tetapi juga bagaimana sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan kembali sehingga menghasilkan nilai ekonomi.

Menurutnya, pembangunan ekonomi semestinya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan dan keuntungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Mengubah Sampah Menjadi Peluang Ekonomi

Elan mencontohkan, limbah organik dan sisa makanan dari pasar dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung sektor pertanian. Sementara itu, bahan bekas seperti kain perca dan kemasan dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan atau barang bernilai jual.

Ia menekankan bahwa pendekatan tersebut harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk UMKM, petani, kelompok perempuan, pemuda, dan pekerja informal. Dengan demikian, masyarakat bukan hanya menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari proses tersebut.

Kampus dan Mahasiswa sebagai Pelopor

Elan juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNSIL yang mengangkat isu ekonomi sirkular dan persoalan sampah di Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan menghadirkan inovasi. Mahasiswa diharapkan mampu memulai praktik pengelolaan sampah dari lingkungan kampus sebagai proyek percontohan yang nantinya dapat diterapkan lebih luas di masyarakat.

Perlu Kolaborasi dan Dukungan Kebijakan

Lebih lanjut, Elan mengingatkan bahwa penerapan ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

Ia menilai dukungan kebijakan dan anggaran juga diperlukan, mengingat biaya produksi barang daur ulang terkadang lebih tinggi dibandingkan produk berbahan baku baru. Dukungan APBD, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta fasilitasi pemasaran bagi UMKM pengolah limbah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Elan berharap gagasan ekonomi sirkular dapat dikembangkan menjadi gerakan bersama di Kota Tasikmalaya, sehingga persoalan sampah tidak hanya dipandang sebagai beban lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.