Tasikmalaya, FPKS – Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) Kahuripan Kota Tasikmalaya menggelar pelatihan pembuatan eco-enzyme bagi masyarakat, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 60 ibu rumah tangga di wilayah Kelurahan Kahuripan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengelola limbah rumah tangga agar lebih bermanfaat.
Pelatihan menghadirkan Deviani dari Rumah Kompos dan Eco-Enzyme sebagai pemateri. Peserta mendapatkan penjelasan sekaligus praktik langsung pembuatan eco-enzyme, termasuk pengenalan pemanfaatannya untuk kebutuhan sehari-hari, salah satunya sebagai cairan rendaman kaki untuk kesehatan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Yadi Mulyadi, S.H., yang hadir memberikan sambutan, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi pengelolaan limbah rumah tangga merupakan salah satu langkah membangun kemandirian keluarga sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Dorong Kemandirian Keluarga dan Pengelolaan Lingkungan
Yadi menyampaikan bahwa pelatihan eco-enzyme sejalan dengan upaya mengembangkan berbagai kegiatan produktif berbasis keluarga. Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
“Bagaimana agar masyarakat bisa mandiri dalam beberapa hal yang bisa dikerjakan dari rumah, tetapi pemanfaatannya juga untuk kemaslahatan bersama,” ungkap Yadi.
Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk melalui pengolahan menjadi kompos yang nantinya dapat diintegrasikan dengan kegiatan agribisnis.
Yadi mencontohkan pengembangan usaha ayam yang sedang dirintis sebagai salah satu program produktif. Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut dapat saling mendukung dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Ia pun mengingatkan pentingnya ilmu sebagai dasar dalam menjalankan setiap ikhtiar. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan keluarga.
SKI Siapkan Program Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Ketua SKI Kahuripan, Hani Handini, menjelaskan bahwa pelatihan eco-enzyme merupakan bagian dari rangkaian program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan Sekolah Keluarga Indonesia yang telah diluncurkan pada Agustus 2026.
Menurut Hani, kegiatan RKI Kahuripan direncanakan berlangsung setiap bulan dengan kurikulum pembelajaran selama satu semester. Selain pelatihan eco-enzyme yang direncanakan berlangsung beberapa kali, agenda berikutnya mencakup pembuatan sabun berbahan eco-enzyme, edukasi lingkungan, kegiatan keagamaan, serta berbagai keterampilan keluarga.
Ke depan, SKI juga merencanakan program parenting, terutama edukasi komunikasi antara orang tua dan anak yang memasuki usia balig hingga remaja dan dewasa. Hani menilai kemampuan membangun komunikasi yang baik dalam keluarga menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan pola interaksi antargenerasi.
Selain itu, pelatihan merajut dan keterampilan lainnya akan diarahkan untuk membuka peluang ekonomi. Hasil karya peserta nantinya diharapkan dapat dipasarkan melalui bazar RKI tingkat kota.
Hani mengajak masyarakat untuk bergabung dan menyebarluaskan manfaat kegiatan tersebut kepada lingkungan sekitarnya.
“Kami berharap siapapun yang ingin bergabung dengan RKI atau SKI bisa ikut serta. Ilmu dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini juga bisa ditularkan kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Melalui program yang berkelanjutan, SKI Kahuripan berharap dapat menjadi ruang belajar, penguatan keluarga, sekaligus pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. (r/im)








