Hadiri Pelantikan MES Tasikmalaya, Ishak Parid Tekankan Pentingnya Kemaslahatan Ekonomi Syariah

by -1264 Views
Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Ishak Parid, S.PdI., menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1448–1451 H untuk wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/11/2026), di Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya. (Foto: Agnia/Humas DPRD Kota Tasikmalaya)

TASIKMALAYA, FPKS – Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Ishak Parid, S.PdI., menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1448–1451 H untuk wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/11/2026), di Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA, para pimpinan pondok pesantren, perguruan tinggi, serta perwakilan lembaga keuangan. Pelantikan pengurus baru MES diharapkan menjadi momentum penguatan peran ekonomi syariah dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.

Ishak menilai Tasikmalaya Raya memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi syariah. Keberadaan pesantren, sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga pendidikan Islam merupakan modal sosial dan kelembagaan yang dapat mendukung tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah.

Ekonomi Syariah untuk Kemaslahatan Semua Kalangan

Menurut Ishak, ekonomi syariah perlu dikembangkan sebagai sistem ekonomi yang inklusif. Artinya, manfaatnya tidak boleh hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga harus terbuka dan memberikan kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga non muslim.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah pada dasarnya merupakan pendekatan ekonomi yang selaras dengan fitrah manusia, mengedepankan keamanan dalam bertransaksi, keadilan, serta kemanfaatan bersama.

“Ekonomi syariah bukan hanya berbicara tentang kepentingan umat Islam, tetapi bagaimana menghadirkan sistem ekonomi yang aman, adil, dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat secara luas,” ungkapnya.

MES Diharapkan Perkuat Literasi dan Atasi Persoalan Ekonomi

Ishak berharap MES dapat mengambil peran lebih besar sebagai wadah edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah di tengah masyarakat. Penguatan literasi menjadi penting agar masyarakat semakin memahami berbagai instrumen keuangan syariah dan mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijak.

Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah masih banyaknya masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol) dan lilitan utang. Karena itu, MES diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang bersifat kelembagaan, tetapi juga hadir membantu menjawab persoalan ekonomi masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan pengembangan alternatif pembiayaan yang lebih sehat.

Ia juga menekankan pentingnya restrukturisasi dan penguatan program MES agar sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat Tasikmalaya Raya. Hal tersebut memerlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta unsur eksekutif dan legislatif.

Mendorong Ekonomi Syariah yang Ramah Lingkungan

Selain literasi dan inklusi keuangan, Ishak menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi hijau sebagai bagian dari ekonomi syariah. Menurutnya, aktivitas ekonomi harus berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan.

Ia mencontohkan inisiasi MES Jawa Barat dalam pengelolaan lahan seluas empat hektare yang ditanami pohon kawung atau aren. Program tersebut dapat menjadi inspirasi pengembangan ekonomi produktif yang sekaligus menjaga lingkungan dan membuka peluang ekonomi masyarakat.

Ishak berharap kepengurusan MES yang baru mampu menghadirkan program-program konkret, inovatif, dan berkelanjutan sehingga ekonomi syariah benar-benar menjadi kekuatan pembangunan serta sumber kemaslahatan bagi masyarakat Tasikmalaya Raya. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.