Kolaborasi Untuk Lingkungan: Dari Kesadaran Menuju Gerakan Nyata

by -1574 Views
Yadi Mulyadi, SH berdiskusi dengan komunitas pegiat lingkungan dari kalangan Mahasiswa.

Oleh: Yadi Mulyadi, SH
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PKS

Setiap langkah kemajuan patut kita syukuri dan apresiasi. Sekecil apa pun progres yang terjadi dalam upaya memperbaiki kondisi masyarakat dan lingkungan, tetap merupakan bagian penting dari perjalanan menuju perubahan yang lebih besar.

Karena itu, saya menyambut baik pertemuan yang berlangsung beberapa waktu lalu antara Universitas Mayasari Bakti (UMB) dan komunitas pegiat lingkungan Rumah Eco-Enzym. Pertemuan yang dilaksanakan pada 25 Mei 2026 tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan sebuah langkah awal yang menjanjikan dalam membangun kolaborasi nyata untuk menjawab persoalan lingkungan di Tasikmalaya.

Bagi saya, ketika dunia pendidikan bertemu dengan komunitas yang telah bekerja langsung di lapangan, maka sesungguhnya kita sedang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan pengalaman nyata. Dari sinilah lahir berbagai solusi yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.

Lingkungan Adalah Urusan Kita Bersama

Persoalan lingkungan, khususnya sampah, saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi hampir semua daerah, termasuk Kota Tasikmalaya. Pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, serta pola konsumsi masyarakat yang terus meningkat berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

Sayangnya, cara pandang kita terhadap sampah sering kali masih terbatas pada urusan membuang dan mengangkut. Padahal persoalan lingkungan jauh lebih luas dari itu. Sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat mempengaruhi kualitas air, kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, bahkan pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup warga.

Karena itu, penyelesaian masalah lingkungan tidak cukup hanya dilakukan di hilir. Kita perlu membangun kesadaran sejak dari hulu, yaitu dari rumah tangga, sekolah, kampus, dan komunitas masyarakat.

Kesadaran lingkungan sesungguhnya bukan hanya soal kebersihan. Ini adalah soal budaya, pola pikir, dan tanggung jawab sosial terhadap generasi yang akan datang.

Kekuatan Kolaborasi

Salah satu pelajaran penting dari berbagai daerah yang berhasil mengatasi persoalan lingkungan adalah adanya kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak.

Pemerintah memiliki kewenangan, regulasi, dan dukungan anggaran. Akademisi memiliki kemampuan riset, kajian ilmiah, serta inovasi teknologi. Komunitas memiliki pengalaman lapangan, kedekatan dengan masyarakat, dan kemampuan menggerakkan perubahan sosial. Ketika ketiga unsur ini berjalan bersama, maka peluang keberhasilan akan jauh lebih besar.

Apa yang dilakukan Rumah Eco-Enzym menjadi contoh menarik. Selama lebih dari tiga tahun, komunitas ini secara swadaya mampu mengelola puluhan ton sampah organik setiap bulan. Sampah yang sebelumnya menjadi masalah diubah menjadi kompos, media tanam, eco-enzym, dan berbagai produk yang memiliki manfaat ekonomi maupun lingkungan.

Di sisi lain, UMB menunjukkan komitmen yang positif dengan rencana pengembangan TPS 3R, laboratorium ekologi, lahan percontohan, serta program edukasi lingkungan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Kolaborasi seperti inilah yang perlu diperbanyak.

Membangun Gerakan Lingkungan yang Berkelanjutan

Saya meyakini bahwa masa depan lingkungan tidak ditentukan oleh satu program besar semata, melainkan oleh banyak gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.

Karena itu, saya berharap kolaborasi antara UMB dan Rumah Eco-Enzym dapat menjadi model yang menginspirasi sekolah, kampus, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat luas untuk ikut mengambil bagian dalam penyelesaian persoalan lingkungan.

Kita membutuhkan lebih banyak ruang edukasi, lebih banyak pelatihan, lebih banyak gerakan pemilahan sampah, penanaman pohon, pengelolaan sampah organik, serta berbagai inovasi yang lahir dari kolaborasi.

Lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau tidak akan terwujud hanya dengan slogan. Ia membutuhkan kerja bersama, kesadaran bersama, dan komitmen bersama.Karena pada akhirnya, lingkungan bukan warisan yang kita terima dari generasi sebelumnya, melainkan titipan yang harus kita jaga untuk generasi sesudah kita. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.