Terima Kunjungan Wamenkes RI, Heri Ahmadi Soroti Penanganan TB di Kota Tasikmalaya

by -1562 Views
Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi, menerima kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Oktavianus, Sp.P., FISR., dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus di RSUD dr. Soekardjo, Selasa (22/9/2026). Foto: Humas DPRD Kota Tasikmalaya.

Tasikmalaya, FPKS — Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Heri Ahmadi, S.Pd.I., menilai penanganan tuberkulosis (TB) harus menjadi salah satu perhatian serius dalam agenda peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kota Tasikmalaya.

Hal tersebut disampaikan Heri setelah mengikuti penerimaan kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Oktavianus, Sp.P., FISR., dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus di RSUD dr. Soekardjo, Selasa (22/9/2026).

Kunjungan tersebut antara lain untuk melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat upaya percepatan penanggulangan TB di daerah. Keduanya juga meninjau fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya. 

TB Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Heri mengatakan persoalan TB tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah medis. Tingginya kasus juga berkaitan dengan kualitas lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, kondisi sosial, serta kemampuan masyarakat mengakses layanan kesehatan.

Data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menunjukkan terdapat 4.736 kasus TB pada 2024. Dalam dokumen RPJMD, capaian penemuan kasus TB pada tahun yang sama tercatat 4.625 kasus, sementara angka keberhasilan pengobatan baru mencapai 79 persen hingga Desember 2024 dan masih berada di bawah target 90 persen.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Bagaimana kita berbicara tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas, kalau persoalan penyakit menular seperti TB masih tinggi?” ujar Heri.

Menurutnya, penanganan TB perlu dilakukan secara lebih aktif melalui deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan hingga tuntas, serta pencegahan penularan di lingkungan keluarga.

Perkuat Deteksi Dini di Puskesmas

Heri mengapresiasi komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat sarana deteksi TB di daerah. Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes Benjamin menyampaikan pentingnya pemeriksaan hingga tingkat rumah tangga, sejalan dengan strategi nasional yang mewajibkan pelacakan kontak erat pasien TB secara lebih agresif.

Kementerian Kesehatan pada 2026 memang mendorong pemanfaatan rontgen portabel dan tes cepat untuk mempercepat penemuan kasus serta melacak kontak erat pasien. Strategi tersebut merupakan bagian dari upaya mencapai target eliminasi TBC pada 2030. 

“Kalau fasilitas pemeriksaan semakin dekat dengan masyarakat, tentu deteksi bisa dilakukan lebih cepat. Ini penting agar orang yang terinfeksi segera diketahui dan mendapatkan pengobatan,” kata Heri.

Ia berharap dukungan alat pemeriksaan dapat memperkuat pelayanan di puskesmas dan diikuti dengan skrining yang terencana, termasuk pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi.

Penguatan RSUD dr. Soekardjo

Selain persoalan TB, kunjungan tersebut juga membawa perhatian terhadap penguatan infrastruktur kesehatan Kota Tasikmalaya. RSUD dr. Soekardjo masuk dalam daftar 441 RSUD yang menjadi sasaran renovasi atau penguatan fasilitas oleh pemerintah pusat. 

Heri menyambut baik komitmen pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, penguatan rumah sakit rujukan daerah harus berjalan bersama penguatan layanan kesehatan tingkat pertama.

“Puskesmas harus kuat untuk pencegahan dan deteksi dini, sementara rumah sakit harus siap memberikan pelayanan lanjutan. Keduanya harus menjadi satu sistem,” ujarnya.

Heri menegaskan, persoalan TB membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Indonesia memiliki target eliminasi TB pada 2030, sehingga setiap daerah perlu mengambil bagian secara serius dalam mencapai target tersebut. (im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.