Heri Ahmadi Dorong Sinergi Pesantren dan Pemkot Perkuat Kemandirian Santri

by -1420 Views
Heri Ahmadi saat audiensi dengan pengelola Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok, Kecamatan Bungursari, Selasa (30/9/2026). Foto: Aghni/Humas DPRD Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, FPKS — Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Tasikmalaya perlu menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia. Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Heri Ahmadi, S.Pd.I., mendorong agar berbagai program pemberdayaan yang digagas pesantren dapat disinergikan dengan program Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Hal tersebut disampaikan Heri setelah menerima silaturahmi pengelola Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok, Kecamatan Bungursari, Selasa (30/9/2026). 

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah rencana kegiatan dalam rangkaian Hari Santri, termasuk program penguatan keterampilan digital bagi generasi muda.

Pesantren Bisa Menjadi Mitra Pembangunan

Heri menilai pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program pelatihan digital, khususnya digital marketing dan digitalpreneur, menurutnya dapat menjadi bekal penting bagi santri agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

“Program-program seperti ini sebenarnya bisa disinergikan dengan program Pemerintah Kota. Kalau dikolaborasikan dengan pesantren-pesantren, beberapa target pembangunan yang belum terpenuhi juga bisa dibantu melalui kolaborasi tersebut,” ujar Heri.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kegiatan Hari Santri, tetapi dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan. Pesantren memiliki basis masyarakat yang kuat sehingga dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas jangkauan program pemerintah.

Dorong Kemandirian Generasi Muda

Selain pelatihan digital, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok juga menyampaikan rencana pengembangan pendidikan dasar berbasis Al-Qur’an atau sekolah tahfiz di wilayah Kampung Gandok.

Heri menyambut baik berbagai inisiatif tersebut, terutama karena menyentuh dua kebutuhan sekaligus, yakni penguatan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Dukungan yang disampaikan DPRD ini terutama dalam rangka peningkatan sumber daya manusia. Kita ingin generasi muda memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki landasan nilai dan agama,” katanya.

Rangkaian kegiatan Hari Santri di Ponpes Miftahul Ulum Gandok sendiri direncanakan berlangsung pada 17–24 Oktober 2026. Selain workshop digital marketing dan digitalpreneur, kegiatan juga mencakup istighosah, khitanan massal, tabligh akbar, dan pentas seni santri.

Bagi Heri, semangat Hari Santri perlu diterjemahkan dalam kerja nyata. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kalau potensi pesantren, pemerintah, dan masyarakat bisa dipertemukan, maka Hari Santri tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi bisa menjadi momentum untuk membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.(im)

banner 700x160

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.